in

Bupati Sri Mulyani Tegur Perusahaan yang Terapkan Kerja Malam

Bupati Klaten, Sri Mulyani ketika bersama Polres Klaten, melakukan inspeksi ke sejumlah industri. (Foto : Klatenkab.go.id)

 

HALO KLATEN – Bupati Klaten, Sri Mulyani meminta industri untuk menaati aturan pembatasan aktivitas masyarakat, yang tercantum dalam PPKM Darurat, dengan tidak menerapkan jam kerja pada malam hari. Hal ini berlaku di semua sektor industri bidang apapun.

Penegasan itu disampaikan Bupati Klaten Sri Mulyani, setelah mendapati sejumlah industri, masih menerapkan shift malam bagi karyawannya. Hal ini dinilai bertentangan dengan aturan PPKM Darurat, yang tengah diterapkan di Kabupaten Klaten.

“Jalan sudah ditutup. Pedagang diminta tutup. Tetapi industri masih ada shift malam. Ini saya minta produksi hanya berlangsung maksimal hingga pukul 20.00 sesuai aturan PPKM Darurat. Hanya selama PPKM Darurat berlaku, tolong bantu kami,” kata dia ketika menggelar sidak di sejumlah industri, Selasa (13/7).

Bupati meminta agar perusahaan membuat jam kerja baru, agar tidak membebani karyawan. Menurutnya penerapan shift malam yang melebihi jam malam, tentu akan membuat karyawan kebingungan karena ada aturan yang bertabrakan. Hal ini juga menyulitkan petugas untuk menegakkan aturan yang berlaku.

“Silahkan disesuaikan, karena aturannya sudah jelas. Segera buat jam operasional yang baru agar tidak ada lagi aktivitas produksi di malam hari,” kata dia.

Lebih lanjut, Bupati menilai adanya shift malam berdampak pada jumlah karyawan yang masuk setiap harinya. Padahal, meski masuk dalam sektor esensial berupa ekspor-impor, namun ada pembatasan karyawan yang masuk hanya 50 persen dari total keseluruhan.

“Ini juga menjadi sorotan kami, ternyata masih ada yang 100 persen masuk meskipun dibagi shift, harusnya tidak boleh seperti ini. Jangan sampai kebijakan perusahaan justru menimbulkan dampak negatif kepada upaya Pemkab Klaten yang tengah berusaha menekan penyebaran Covid-19,” katanya.

Selain meninjau langsung manajemen karyawan dan produksi, Bupati juga mengingatkan kepada perusahaan untuk memperhatikan disiplin protokol Kesehatan di lingkungan perusahaan. Sehingga diharapkan tidak lagi muncul klaster perusahaan seperti pada kasus-kasus sebelumnya. (HS-08)

Share This

Calon Pengantin dan Pelajar Difasilitasi Swab Antigen Gratis

Panitia CPNS Klaten Siapkan 18 Petugas Verifikasi