Bupati Semarang : Warga Kabupaten Semarang Jangan Mudik

Bupati Semarang Mundjirin, meninjau persediaan kebutuhan bahan pokok masyarakat (kepokmas) di Pasar Karangjati, Bergas. (Foto : Jatengprov.go.id)

 

HALO SEMARANG – Warga Kabupaten Semarang, diimbau untuk bijak saat berbelanja menjelang perayaan hari raya Natal 2020 dan tahun baru 2021.

Hal itu disampaikan Bupati Semarang Mundjirin, seusai meninjau persediaan kebutuhan bahan pokok masyarakat (kepokmas) di Pasar Karangjati, Bergas, Rabu (23/12). Menurutnya, kepokmas di Kabupaten Semarang dipastikan cukup, termasuk di pasar tradisional.

“Kita pastikan persediaan kebutuhan pokok masyarakat cukup. Soal harga juga masih relatif stabil dan diharapkan terus demikian,” katanya.

Selain persediaan kepokmas, bupati juga mengingatkan warga untuk terus menjaga protokol kesehatan saat liburan panjang nanti. Hal itu untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona yang masih cukup tinggi di Kabupaten Semarang.

Bagi warga asal Kabupaten Semarang di luar wilayah, dimbau untuk tidak mudik. Dia sudah memerintahkan jajaran Dinas Perhubungan, untuk mendata para pendatang yang turun di Terminal Bawen dan Terminal Tingkir Salatiga, yang akan menuju tempat asalnya di Kabupaten Semarang.

“Kita koordinasikan dengan kepala desa dan camat, untuk memantau para pendatang di tempat tujuan, jika memerlukan penanganan. Jogo tonggo juga akan kita intensifkan,” jelasnya lagi.

Ditambahkan, Pemkab Semarang juga menyiagakan dua RSUD dan puskesmas, terutama di tepi jalur utama mudik, untuk mengantisipasi penanganan lanjutan terhadap pendatang, yang terindikasi terinfeksi virus Corona. Mundjirin berharap, tak terjadi klaster baru saat hari Natal dan tahun baru nanti.

Kabid Pasar dan PKL Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Semarang, Imum menjelaskan harga kepokmas di beberapa pasar tradisional relatif stabil.

Menyinggung tentang standarisasi pelayanan umum di pasar tradisional, baru Pasar Karangjati yang meraih sertifikat standar nasional Indonesia (SNI) dari Kementerian Perdagangan RI. Salah satu indikatornya adalah tingkat mutu kebersihan dan kesehatan saat interaksi perniagaan di pasar tersebut.

“Berikutnya akan diusulkan Pasar Warung Lanang Ambarawa, Pasar Suruh, Pasar Babadan dan Bandarjo untuk mendapatkan sertifikat SNI,” tambahnya. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.