in

Bupati Semarang Tegaskan Perangkat Desa Harus Punya Kompetensi dan Tidak Gaptek

 

HALO SEMARANG – Bupati H Ngesti Nugraha menekankan para perangkat desa di wilayahnya, agar memiliki kompetensi tinggi, untuk menjamin mutu pelayanan umum di tingkat desa. Mereka juga tidak boleh gagap teknologi (gaptek), terutama yang berkaitan dengan informasi.

Kebutuhan akan perangkat desa yang berkompeten itu, disampaikan Bupati Semarang, saat menghadiri halalbihalal dan sarasehan perangkat pemerintahan desa se Kecamatan Ungaran Timur, di Lapangan Desa Kawengen, Ungaran Timur, Rabu (8/6/2022).

“Diperlukan perangkat desa yang berkompetensi tinggi dan mengusai teknologi informasi. Karenanya, saya jamin pengisian perangkat desa, termasuk tahun ini akan dilaksanakan secara transparan. Saya tegaskan tidak ada jual beli jabatan atau titip-titipan,” kata dia, seperti dirilis semarangkab.go.id.

Kepala Bidang Pemerintahan Desa Dispermasdes, Aris Setyawan menjelaskan tahun ini ada 61 formasi perangkat desa yang kosong. Formasi jabatan perangkat desa itu, tersebar di 50 desa di 16 Kecamatan.

Dua formasi sekretaris desa Muncar Kecamatan Susukan dan Wonorejo, Pringapus rencananya akan diisi melalui mutasi jabatan perangkat desa. Adapun 59 jabatan perangkat desa lainnya, akan diisi dari proses penjaringan atau melalui seleksi.

“Pelaksanaan tes kompetensi, akan dilakukan bekerja sama dengan perguruan tinggi. Rencananya, pelantikan sekretaris desa dan perangkat desa terpilih, akan dilakukan akhir Juli mendatang,” katanya.

Sementara itu Kepala Desa Kalongan Yarmuji, mendukung kebijakan Bupati, untuk mencari perangkat desa yang bermutu. Caranya dengan menyelenggarakan tes seleksi yang jujur dan transparan.

“Lewat seleksi seperti itu, akan diperoleh perangkat desa yang berkompetensi. Saat ini sudah ada 27 pendaftar yang melamar untuk satu formasi perangkat desa Kalongan yang kosong,” ujarnya. (HS-08)

Empat Desa di Kabupaten Semarang Jadi Kandidat Antikorupsi

Tak Pedulikan Rengekan Sang Dewa Perang