in

Bupati Said Ajak ASN Tumbuhkan Rasa Cinta Zakat

Bupati Boyolali M Said Hidayat, dalam Sosialisasi Gerakan Cinta Zakat, di Pendopo Gede Boyolali. (Foto: Boyolali.go.id)

 

HALO BOYOLALI – Aparatur Sipil Negara (ASN) yang beragama Islam di Boyolali, diminta memiliki kesadaran, untuk membayar zakat. Zakat merupakan kewajiban, sehingga pemerintah tidak perlu mengeluarkan surat imbauan.

Hal tersebut disampaikan Bupati Boyolali M Said Hidayat, dalam Sosialisasi Gerakan Cinta Zakat, di Pendopo Gede Boyolali, Rabu (2/6).

Dia berharap ASN mempunyai semangat kesadaran diri dalam menyalurkan zakat, melalui lembaga resmi seperti Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

“Lakukan dengan pola komunikasi yang baik, dengan para kepala OPD. Kalau perlu sowani, tanpa harus Bupati mengeluarkan surat. Itu mampu kita tumbuhkan bersama. Nantinya akan mendapatkan hasil yang baik,” kata Bupati Said, seperti dirilis Boyolali.go.id.

Ditekankan Bupati Said, dengan membayar zakat tidak akan mengurangi penghasilan, namun malah akan menjadi tumbuh dan berkembang. Jika penghitungan zakat adalah 2,5 persen dari penghasilan, namun Bupati Said mengingatkan bahwa perjalanan hidup setiap manusia berbeda-beda, sehingga akan lebih baik menumbuhkan kesadaran diri dan rasa cinta zakat.

“Sampaikan kabar tentang cinta kita kepada zakat, para kepala OPD, para Camat, sampaikan pada seluruh jajarannya, bangun nilai-nilai kesadaran untuk membayarkan zakatnya melalui Baznas. Ketika kita bagian dari ASN, marilah kita cintai, membayar zakat kita melalui kantong, wadah, yang sudah benar-benar dipersiapkan pemerintah, yakni Baznas,” imbau Bupati Said.

Sementara Ketua Baznas Kabupaten Boyolali, Jamal Yazid menjelaskan bahwa Baznas merupakan salah satu lembaga resmi yang terlibat dalam penanggulangan kemiskinan. Meski Baznas bukan lembaga struktural, namun akan lebih cepat melayani kebutuhan orang miskin.

“Baznas menjamin tiga aman tadi, pasti sesuai regulasi, pasti sesuai syar’i, pasti aman di dalam NKRI,” terang Jamal.

Untuk jumlah dana yang masuk ke Baznas Kabupaten Boyolali, Jamal mengatakan bahwa pada tahun pertama hanya ada dana sebesar Rp 1,1 miliar. Namun dalam perjalanannya selama empat tahun, Baznas berhasil mengumpulkan dana Rp 6,1 miliar. Dari dana yang sudah terkumpul, Baznas sudah menyalurkan sekitar 96 persen.

Beberapa prestasi yang telah diraih lembaganya yaitu berhasil memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Kantor Akuntan Publik (KAP) untuk Laporan Keuangan Tahun 2018,2019, dan 2020.

Selanjutnya berprestasi dalam Penerapan Sistem Informasi Zakat tahun 2020 dan Pelaporan Kegiatan dan Keuangan Terbaik Nasional Program ZCD tahun 2020. Jamal menerangkan, bahwa hal tersebut karena Baznas Kabupaten Boyolali memiliki aplikasi bernama Sistem Informasi Manajemen Baznas (Simba).

“Begitu saya buka laptop atau HP, saya tahu berapa dana, berapa yang dikeluarin kemana bisa, tidak harus buka buku besar. Lha dengan cara inilah, artinya kami mengelola secara transparan, akuntabel berbasis teknologi internet yang menjadikan kepercayaan kawan-kawan ASN,” kata Jamal. (HS-08).

Share This

Gibran Berharap UMS Ikut Majukan Solo Raya

Pemkab Boyolali Terus Tingkatkan Produksi Susu