in

Bupati Purworejo Dorong Komunitas Pacu Pariwisata

Kegiatan Critical Voice Point di Pendopo Kabupaten Purworejo, Selasa (2/8/2022). (Foto : purworejokab.go.id)

 

HALO PURWOREJO – Bupati Purworejo, RH Agus Bastian, mendorong agar komunitas-komunitas di masyarakat dapat memacu peningkatan pariwisata di wilayahnya. Bersama masyarakat, komunitas diharapkan dapat menggelar berbagai event yang dapat menggeliatkan sektor perekonomian masyarakat.

Hal itu dikatakan oleh Bupati Purworejo, RH Agus Bastian, pada kegiatan Critical Voice Point (CVP), di Pendopo Kabupaten Purworejo, Selasa (2/8/2022). CVP kali ini mengusung  tema Geliat Pariwisata Bersama Komunitas.

Bupati mengatakan saat ini sektor pariwisata di Purworejo mulai menggeliat, setelah lebih dari dua tahun terseok-seok karena pandemi. Dirinya berharap kondisi ini akan terus membaik seiring terus berkembangnya sektor pariwisata di Kabupaten Purworejo.

“Saya berharap perkembangan wisata kita dapat mengikuti perkembangan wisata di wilayah tetangga kita seperti Jogja. Saya berharap kepada masyarakat, komunitas Bumdes untuk studi tiru ke Jogja. Tidak apa-apa untuk meniru, nantinya kita bisa memindahkan nuansa itu ke Purworejo,” kata dia, seperti dirilis purworejokab.go.id.

Dirinya meyakini bahwa pariwisata di Purworejo cukup potensial jika memang ingin dikembangkan. Untuk itu masyarakat diminta tidak hanya tergantung pada pemerintah dalam mengembangkan wisata. Pemerintah akan tetap mendukung dengan memberikan sedikit pengungkit agar lebih bergairah dalam membangkitkan pariwisata.

“Untuk melakukannya perlu kebersamaan, mari bersama-sama membangun Purworejo dengan segenap semangat yang luar biasa,” imbuhnya.

Sementara itu Kepala Dinporapar Purworejo, Stephanus Aan Isa Nugroho, saat menjadi narasumber, mengatakan dalam RPJMD Kabupaten Purworejo tahun 2021-2026, terdapat satu program unggulan yakni Dolan Purworejo.

Program ini menjadi program strategis untuk memajukan khususnya sektor pariwisata di Kabupaten Purworjeo. Selain itu juga bisa menjadi lokomotif yang menarik banyak sektor untuk bisa berkolaborasi mendukung perekonomian daerah.

“Kita memiliki waktu untuk mempersiapkannya, paling tidak dua tahun kedepan atau menjelang tahun 2025, karena visi Purworejo adalah Purworejo berdaya Saing 2025,” kata Aan.

Dalam dua tahun ke depan, pihaknya akan menyusun dua strategi. Pertama menyediakan destinasi unggulan. Kedua membuat atraski pariwisata menggunakan event skala regional, nasional dan internasional.

“Dalam dua tahun ini, tidak semua wisata kita sentuh tetapi kita mencoba membuat skala prioritas untuk menciptakan atau menghadirkan titik-titik destinasi prioritas,” terang Aan.

Paling tidak ada empat titik prioritas yang menjadi fokus. Pertama kawasan selatan yakni Pantai Jatimalang atau Pantai Dewaruci yang akan dibranding dengan dua hal, yakni kuliner dan tempat penyelenggaraan event skala nasional.

Titik prioritas kedua yakni kawasan perkotaan yakni kawasan alun-alun dan sekitarnya. Titik prioritas ketiga adalah kawasan penyangga kawasan otoritatif  Borobudur, yakni dari Kecamatan Bener, Loano dan Kaligesing yang akan menjadi etalase Purworejo dari timur.

Adapun titik prioritas keempat yaitu kawasan wisata minat khusus di Bruno, Kemiri dan Pituruh. Kawasan ini diperuntukkan bagi wisatawan yang minat saja karena lokasinya cukup jauh. Nantinya akan digelar event yang memiliki daya tarik minat militansi yang luar biasa.

“Tidak semua event yang digelar nantinya diinisiasi oleh pemerintah. Strateginya kita balik, yuk kita gelar event yang berbasis komunitas. Pemerintah akan hadir dan memfasilitasi event yang diinisasi oleh komunitas. Mari kita bergandengan tangan, agar dari Januari sampai Desember Purworejo penuh dengan event agar geliatnya dirasakan masyarakat,” imbuh Aan. (HS-08)

Dicampur Aroma Therapy, Garam Rembang Jadi Produk Kecantikan

Imunisasi Anak Tahun 2021 di Temanggung Tak Capai Target