Bupati Pekalongan Minta Warganya di Perantauan Tidak Mudik

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi. (Foto : Pekalongankab.go.id)

 

HALO PEKALONGAN – Bupati Pekalongan Asip Kholbihi meminta warganya untuk mematuhi kebijakan Pemerintah Pusat, yang melarang mudik pada Lebaran tahun ini. Larangan tersebut harus dipatuhi demi keselamatan bersama.

“Kita sudah menerima surat edaran terkait larangan mudik, tentu kita akan menyikapi, dengan mengamankan kebijakan dari pemerintah pusat,’’ ungkap Bupati Asip Kholbihi seperti dirilis Pekalongankab.go.id.

Menurut Bupati, larangan tersebut dikeluarkan karena belajar dari Lebaran tahun lalu. Pada Lebaran 2020, Pemerintah Pusat memang telah mengeluarkan larangan mudik.

- Advertisement -

Namun larangan itu banyak dilanggar. Warga Kabupaten Pekalongan yang berjumlah sekitar 55.000 orang, tetap nekat pulang ke kampung halaman.

Hal seperti itu, menurut dia tidak boleh terjadi lagi. Agar tidak terulang, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kapolres Pekalongan, untuk membatasi pemudik di tahun 2021 ini.

Dan pihaknya juga akan melakukan sosialisasi dengan Paguyuban Warga Pekalongan di Jakarta, supaya pembatasan mudik bisa dilakukan dengan baik. ‘’Kepada warga Pekalongan di Jakarta, saya mohon agar ikut mengamankan kebijakan pemerintah, demi keselamatan kita bersama,’’ ujarnya.

Selain melakukan antisipasi gelombang mudik dari luar kota, dikatakan oleh Bupati Asip Kholbihi bahwa pihaknya juga melarang ASN di lingkungan Kabupaten Pekalongan, untuk mengajukan izin mudik.

‘’Memang di Kabupaten Pekalongan ini banyak ASN yang berasal dari luar kota. Tetapi Insya Allah para ASN di lingkungan Kabupaten Pekalongan ini sudah memahami aturan main. Sehingga tidak mengajukan izin untuk mudik pada hari itu. Dan pemerintah kabupaten juga tidak akan mengizinkan, dalam rangka mengamankan instruksi dari pemerintah pusat,’’ ungkapnya.

Bupati Asip juga menuturkan  hal yang paling penting saat ini, adalah mewaspadai para pemudik yang datang ke Kabupaten Pekalongan. Upaya yang dilakukan adalah dengan mengoptimalkan kembali program dari Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, yaitu ‘Jogo Tonggo’. Jika ada warga yang pulang, tetangganya harus melakukan berbagai langkah penyebaran Covid0-19. (HS-08)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.