Bupati Pekalongan Akan Replikasi PPKM Mikro Desa Tangjungsari ke Desa Lain

Serah terima jabatan (sertijab) Plt. jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP) dan pejabat administrator, di Ruang rapat R.M.P. Sosrokratono, Gedung Setda Jepara. (Foto : Jepara.go.id)

 

HALO PEKALONGAN – Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH MSi akan mereplikasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro, Desa Tanjungsari, Kecamatan Kajen, ke desa lain. Desa tersebut saat ini sudah masuk zona hijau, berkat kesungguhan pemerintah dan masyarakatnya melaksanakan PPKM Mikro.

Hal itu diungkapkan Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH MSi, ketika berkunjung ke Desa Tanjungsari, Kecamatan Kajen, Selasa (16/02).

Kunjungan dalam rangka memantau PPKM Mikro tersebut, juga diikuti unsur Forkompimda, termasuk wakil bupati Ir Arini Harimurti, Ketua DPRD, Dandim, Kapolres serta Kajari.

Selain Tanjungsari, rombongan bupati juga berkunjung ke Desa Watugajah, Kecamatan Kesesi dan Desa Yosorejo, Kecamatan Siwalan, untuk tujuan yang sama.

“Alhamdulilah yang di Desa Tanjungsari, Kecamatan Kajen ini sudah ada hasil yang baik. Alat, analisanya, bahannya, dan datanya cukup. Kemudian preventif dan kuratifnya juga disiapkan,” kata Bupati, saat meninjau posko PPKM mikro Covid-19, Desa Tanjungsari.

Kalau pelaksanaan PPKM Mikro ini efektif, Bupati meyakini bahwa tren penyebaran Covid-19 di kabupaten Pekalongan, pada Februari ini akan menurun.

Bupati juga mengatakan akan mereplikasi PPKM Mikro ini, ke desa-desa yang punya potensi, zona kuning, orange dan merah.

“Jadi akan kita lihat. Apalagi yang zona merah ini, menjadi atensi khusus kita. Tapi setidaknya kalau seluruh desa sudah menyiapkan program ini secara mandiri, akan mempermudah proses pengurangan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Pekalongan. Vaksinasi tetap kita dukung, kemudian kepatuhan terhadap protokol kesehatan juga menjadi hal yang utama yang tidak boleh kita lupakan,” kata dia, seperti dirilis Pekalongankab.go.id.

Terkait alasan desa Tanjungsari dipilih menjadi desa yang menerapkan PPKM Mikro, Bupati menjelaskan wlayah ini semula masuk zona kuning.

Sebuah desa bisa disebut sebagai zona kuning, apabila terdapat 1 sampai 5 penderita Covid-19. Di Desa Tanjungsari ini semula ada dua penderita Covid.

Setelah lebih dari 15 hari penderita melakukan perawatan dan isolasi mandiri, mereka pun sembuh dan tidak ada penambahan jumlah penderita baru. Karena itu Desa Tanjungsari yang sebelumnya zona kuning, kemudian dinyatakan sebagai daerah hijau.

Usai desa Tanjugnsari, tinjauan Bupati dilanjutkan ke Posko PPKM Mikro Desa Watugajah kecamatan Kesesi. Bupati mengatakan di desa watugajah juga terdapat dua kasus Covid-19, sehingga termasuk zona kuning.

Dijelaskan pula PPKM mikro ini sangat manfaat karena ketika terjadi kasus, langsung ada langkah-langkah baik preventif maupun puratif.

“Langkah preventif, seluruh lingkungan ditracking semua, yang positif Covid-19 mendapat atensi khusus, kita jaga, rumahnya pun harus standar memenuhi syarat untuk isolasi mandiri, dan dalam pengawasan. Bedanya, yang dulu tidak ada pengawasan. Sekarang dilakukan pengawasan secara efektif oleh tim PPKM mikro di desa,” terang Bupati. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.