Bupati Pati Tetapkan Jrahi Sebagai Desa Wisata Pancasila

Bupati Pati Haryanto beserta forkompimda Kabupaten Pati, mengunjungi dan menetapkan Desa Jrahi sebagai Desa Wisata Pancasila. (Foto:patikab.go.id)

 

HALO PATI – Desa Jrahi, Kecamatan Gubungwungkal, kini telah resmi menjadi Desa Wisata Pancasila. Selain pemandangan alamnya nan elok, masyarakat dari berbagai agama, juga dapat hidup rukun serta harmonis di Jrahi.

Penetapan Jrahi sebagai desa wisata, dilaksanakan oleh Bupati Pati Haryanto, beberapa waktu lalu.  Hadir dalam acara itu Wakil Bupati Pati Saiful Arifin (Safin), Sekda Pati Suharyono, dan Forkopimda Kabupaten Pati.

Desa Jrahi yang memiliki julukan sebagai Indonesia Mini, tersebut merupakan desa wisata berbasis budaya. Penetapan sebagai desa wisata tersebut, dilakukan dalam rangka upaya pemerintah dalam membangkitkan ekonomi di era pandemi.

Dalam sambutannya, Bupati Pati menjelaskan bahwa Desa Wisata Pancasila Jrahi ini, merupakan desa ke-4 yang ditetapkan sebagai desa wisata.

Desa Jrahi ini imbuhnya, ditetapkan sebagai desa wisata Pancasila, karena pemandangan alamnya indah, serta masyarakatnya yang majemuk hidup rukun.

Di desa ini, pemeluk agama Islam, Kristen, Hindu, Budha, dan agama asli Nusantara yaitu Sapto Darmo, dapat hidup rukun serta harmonis. Oleh karena itu, Haryanto menghimbau agar kerukunan tersebut selalu dirawat dan dikelola agar desa tetap kondusif.

“Karena tidak semua desa memiliki wisata alam dan masyarakat yang guyup rukun. Sehingga selain dari sisi wisata alam, yang tidak kalah penting juga adalah pengembangan wisata religi yang terkait dengan Desa Wisata Pancasila”, lanjut Bupati.

Terkait Pandemi Covid-19, Bupati Pati mengimbau agar dalam pengelolaan desa wisata, pihak-pihak terkait tetap memperhatikan protokol kesehatan.

“Pati saat ini masih zona merah. Oleh karena itu, walaupun di masa pandemi ini saya sudah meresmikan dua desa wisata termasuk Desa Jrahi ini, namun mohon diperhatikan agar jumlah wisatawan dari luar dibatasi.” imbau Bupati Pati.

Selain pembatasan wisatawan dari luar tersebut, perawatan dari segi sarana prasarana dalam Desa Wisata Pancasila ini juga harus diperhatikan.

“Tempat-tempat wisata mulai dari Embung Mini sampai spot-spot lainnya agar dikelola dengan baik. Jangan hanya bisa menyiapkan tempat saja, namun juga harus dikelola dari sisi kebersihan sampah, toilet, dan lainnya karena semua itu merupakan pendukung dari Desa Wisata”, ujar Bupati Pati.

Di akhir sambutannya, Haryanto meminta agar kondisi jalur menuju lokasi Desa Wisata untuk lebih diperhatikan. “Ini agar membawa dampak baik juga bagi para pengunjung wisata”, paparnya.

Sementara itu, dalam sesi wawancara, Kepala Desa Jrahi Miko Adi Setiawan, menjelaskan mengenai bagaimana kondisi seputar Desa Wisata Pancasila Jrahi.

“Jadi terdapat berbagai aspek wisata di sini, seperi aspek alam, buatan, religi, dan agrowisata. SDM dan masyarakat di sini juga sudah mumpuni dan sangat mendukung. Pemberlakukan tata tertib juga sudah bagus karena kemarin kita sempat dicanangkan sebagai desa siaga Corona dan tanggap Corona”, jelas Miko.

Bukan hanya itu saja, fasilitas-faslitas penunjang, menurutnya juga sudah termasuk mumpuni dengan tersedianya fasilitas homestay, gedung pertemuan, gedung serbaguna, dan kantor desa wisata.

“Selain itu juga Desa Jrahi ini pernah dicanangkan sebagai Desa Siaga dan Tanggap Corona. Jadi saya kira untuk ke depannya kita akan melakukan sebaik mungkin demi mengembangkan pariwisata Pati, khususnya Desa Jrahi Kecamatan Gunungwungkal, Kabupaten Pati ini”, pungkas Miko. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.