Bupati Pati Sayangkan Sikap Masyarakat yang Abaikan Covid-19

Bupati Pati, Haryato seusai rapat konsolidasi di Kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Pati. (Foto : patikab.go.id)

 

HALO PATI – Bupati Pati Haryanto juga menyatakan sangat prihatin atas kasus Covid-19, yang saat ini justru meningkat. Bahkan akibat peningkatan kasus, rumah sakit daerah dan swasta sampai mengalami over kapasitas.

Menurut dia, peningkatan kasus Covid-19, antara lain akibat ketidaktaatan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan. Akibat peningkatan yang cukup tajam ini, Kabupaten Pati yang semula sudah masuk ke zona orange, kembali menjadi zona merah.

“Bahkan Pak Ganjar Pranowo Gubernur Jawa Tengah saja sampai mengirimkan informasi kepada saya, bahwa terpaksa dilakukan pembubaran acara pengajian di sejumlah lokasi,” kata Bupati.

Dia menyayangkan adanya masyarakat yang menyatakan tidak percaya Covid-19. Padahal kejadian dan dampaknya jelas ada.

Hal itu disampaikan Haryanto, dalam rapat konsolidasi bersama para pengurus PMI, anggota, serta para relawan, Kamis (19/11), di Kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Pati.

Menurut Haryanto, yang juga Ketua PMI Pati tersebut, para sukarelawan dari organisasi yang dia pimpin tersebut, sejak awal pandemi Covid-19 masuk ke indonesia, sudah langsung bergerak untuk melakukan upaya penanggulangan.

Salah satu bentuknya adalah dengan melakukan penyemprotan disinfektan di berbagai lokasi pasca tracing penyebaran Covid-19.

Penyemprotan dilakukan oleh sukarelawan PMI, antara lain di pasar, rumah-rumah warga, tempat ibadah, dan tempat lainnya. “Alhamdulillah, para sukarelawan tidak pernah berhenti, semua dilakukan penuh kerelaan tanpa adanya pamrih,” kata Bupati.

Karena itu sebagai Bupati, dia memberikan apresiasi setinggi-tingginya, kepada para relawan, yang telah berjuang sedemikian rupa, untuk ikut mengatasi persoalan pandemi ini.

Sementara itu terkait kinerja para relawan, Haryanto menegaskan bahwa selama ini pihaknya selalu memantau. Mulai dari apa yang didistribusikan hingga peran serta para relawan di lapangan.

“Apa yang selama ini dilakukan, merupakan gerak cepat dari PMI. Minimal kita dapat memberikan wujud empati terlebih dahulu pada warga yang mengalami kesusahan”, tegasnya. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.