Bupati Pati Minta Calon Kades Siap Kalah

Bupati Pati Haryanto bersama anggota lain dari forum pimpinan daerah (Forkopimda) Kabupaten Pati, memberikan pembekalan kepada para calon kepala desa peserta pilkades serentak tahun 2021, di Pendopo Kabupaten Pati. (Foto : Patikab.go.id)

 

HALO PATI – Bupati Pati Haryanto meminta para calon kepala desa yang akan maju dalam pemilihan, untuk siap mental. Mereka bukan hanya harus siap menang, tetapi juga siap untuk kalah.

Hal itu disampaikan Bupati Pati Haryanto, ketika bersama anggota lain dari forum pimpinan daerah (Forkopimda) Kabupaten Pati, memberikan pembekalan kepada para calon kepala desa peserta pilkades serentak tahun 2021, di Pendopo Kabupaten Pati.

“Karena untuk menjadi calon kepala desa itu, ada beberapa tahapan yang harus dilalui. Jadi patut bersyukur bagi panjenengan semua, yang telah ditetapkan bagai calon kepala desa,” kata Haryanto, seperti dirilis Patikab.go.id.

Bupati juga meminta agar para calon kepala desa tersebut harus taat hukum dan taat administrasi. Mereka juga diminta untuk menyiapkan mental, siap kalah dan siap menang. Agar nantinya tidak ada permasalahan yang timbul, manakala ada yang kalah dalam pemilihan kepala desa.

“Kita jangan sampai berfikir ingin menjadi kepala desa hanya untuk memperkaya diri. Kemudian gaya hidupnya jangan sampai berubah. Untuk yang kalah, ya juga harus siapkan mental. Untuk itu siapkan pernyataan sikap, yang kita tandatangani bersama. Mari kita ciptakan pilkades di Kabupaten Pati ini sejuk, aman dan damai,” tegas Bupati.

Lebih lanjut Bupati mengatakan pembekalan kepada calon kepala desa ini, dilakukan secara bertahap. Pada pembekalan gelombang pertama, Selasa (23/03) diikuti calon kepala desa dari 4 kecamatan.

Hal itu untuk menghindari kerumunan serta menunggu beberapa desa yang sampai saat ini, terdapat bakal calon kepala desa yang belum ditetapkan.

Sampai saat ini, sudah ada 158 desa yang sudah ditetapkan. 58 desa lainnya menunggu penetapan serta ada 3 desa yang gagal mengikuti pilkades serentak pada tahun 2021 ini.

Masing-masing adalah Desa Margorejo Kecamatan Wedarijaksa, Desa Wirun Kecamatan Winong, dan Desa Kebonturi Kecamatan Jaken.

“Nantinya segala betuk kerusuhan, huru hara apabila terjadi, maka kami serahkan kepada Pak Kapolres dan Pak Dandim. Untuk saat ini, dana desa sudah saya pantau, agar tidak disalahgunakan untuk pilkades. Dana yang dapat dikeluarkan hanya BLT dan APD. Adapun untuk kegiatan fisik, sementara kami tunda sampai selesai pilkades,” kata dia. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.