in

Bupati Pati Imbau Masyarakat Tak Gelar Takbir Kelling Sambut Lebaran

Bupati Pati Haryanto memimpin rapat di Ruang Joyokusumo, diikuti stakeholder membahas kebijakan terkait kegiatan masyarakat. (Foto : Patikab.go.id)

 

HALO PATI – Bupati Pati Haryanto meminta masyarakat tidak menggelar takbir keliling, dalam menyambut Lebaran. Menurut dia kegiatan takbiran sebaiknya dilaksanakan di masjid dan musala, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19.

Hal itu disampaikan Bupati Pati, Kamis (14/4/2022) dalam rapat dengan stakeholder, guna membahas kebijakan terkait kegiatan masyarakat. Rapat yang dilaksanakan di Ruang Joyokusumo itu, dihadiri pula Sekretaris Daerah Kabupaten Pati, Jumani.

Menurut Bupati, keputusan untuk belum memperbolehkan takbir keliling, diambil setelah pihaknya mendapat saran serta masukan berbagai pihak, serta mengacu pada surat edaran Menteri Agama.

Selain takbir keliling, sejumlah kegiatan lain yang dilakukan oleh masyarakat juga dibahas, termasuk di antaranya percepatan vaksinasi, kegiatan halalbihalal, dan acara terkait tradisi masyarakat.

“Jadi saya membahas beberapa persoalan,” kata dia, seperti dirilis Patikab.go.id.

Untuk tradisi yang biasa dilakukan oleh masyarakat, seperti sedekah bumi dan hajatan, masih bisa dilaksanakan dengan batasan-batasan tertentu.

“Jadi ada syarat yang harus dipenuhi, di antaranya di desa tersebut, vaksinnya sudah 60 persen. Lalu di tingkat kecamatan juga sudah 60 persen. Kemudian misalnya ada semacam pergelaran wayang, itu semuanya dibatasi dengan durasi,” tambahnya.

Bupati Pati juga belum memperbolehkan penyelenggaraan pentas musik dengan panggung besar, seperti orkes dangdut. Keputusan ini diambil, setelah mempertimbangkan dampak kerawanan kamtibmas serta masih adanya risiko penyebaran Covid-19.

“Sedangkan untuk dangdut, masih belum boleh. Karena dangdut ini masih rawan,” kata dia.

Namun demikian untuk warga yang punya hajatan, masih boleh mengadakan pentas organ tunggal, walaupun tetap harus memenuhi syarat yang ada.

“Yang diperbolehkan hanya sebatas organ tunggal. Itupun juga tidak boleh menggunakan panggung besar,” terangnya.

Pemkab Pati saat ini hanya bisa mengakomodasi kegiatan seni, antara lain acara-acara tradisi, sedekah bumi, dan termasuk orang punya kerja. Itupun dengan syarat-syarat yang sangat ketat.

“Paling tidak pelaku seni sudah ada kelonggaran sedikit. Tentunya penontonya juga harus melaksanakan prokes,” kata dia.

Prokes atau protokol kesehatan yang dimaksud, antara lain para penonton tetap harus mengenakan masker secara benar.

“Kita tetap harus menjaga agar Covid-19 ini tidak berkembang. Syukur nanti setelah Lebaran, sudah nggak ada Covid-19, ya kita ayem,” tambahnya.

Haryanto mewajibkan kepada pelaku seni, agar turut mengedukasi masyarakat pada saat kesenian berlangsung.

“Sehingga dengan demikian pesan untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga prokes dan vaksin dapat tersampaikan dengan baik ke masyarakat,” kata dia. (HS-08)

Tarling BMPD di Bank Jateng, Tiga Panti Asuhan Mendapatkan Bantuan

Blusukan ke Pasar Tradisional, Bupati Jepara Dapati Harga Daging Mulai Naik