in

Bupati Kendal Perbolehkan Gelar Tradisi Syawalan di Kaliwungu, Dengan Syarat..

Area sekitar Pemakaman Jabal Kaliwungu yang nampak lengang, tidak seperti biasanya saat tradisi Syawalan.

 

HALO KENDAL – Tradisi Syawalan yang dilakulkan warga dengan ziarah ke makam tokoh agama di Kompleks Pemakaman Jabal, Desa Protomulyo, Kecamatan Kaliwungu Selatan, sudah menjadi tradisi yang biasa dilaksanakan usai Idul Fitri.

Tak hanya warga Kendal, wisatawan dari luar daerah setiap tahun juga banyak yang mengikuti tradisi ini.

Namun di tengah masa pandemi Covid-19 yang belum usai, tradisi Syawalan tahun ini hanya diperbolehkan untuk peziarah dari lokal Kendal saja.

Berkaitan hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Kendal, tidak melarang warga Kendal, khususnya di Kaliwungu untuk berziarah ke makam auliya.

Bupati Kendal, Dico M Ganinduto mengatakan, pihaknya memperbolehkan warga sekitar Kaliwungu yang ingin berziarah ke makam.

“Kami mempersilakan masyarakat Kaliwungu dan sekitar untuk berziarah. Namun tetap harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” kata Bupati, Sabtu (15/5/2021).

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan pantauan di lokasi, untuk memastikan aturan protokol kesehatan tetap dipatuhi, sehingga tidak menimbulkan klaster baru Covid-19.

“Kami melalui Satgas Covid-19 setempat, akan melakukan pemantauan dalam kegiatan ziarah ini. Jika ada yang tidak mematuhi prokes ya akan kami tegur,” ungkap Dico.

Sementara itu, Kepala Desa Protomulyo, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Jumarno mengatakan, panitia penyelenggara serta Pemerintah Desa telah bekerja sama dengan Satgas Covid-19 tingkat desa, guna memantau penerapan protokol kesehatan di lokasi makam.

“Pemerintah desa sudah bekerja sama dengan satgas tingkat desa untuk mengingatkan peziarah agar selalu memakai masker, mencuci tagan dan menjaga jarak,” ujarnya.

Selain itu Jumarno juga menjelaskan, bahwa tradisi syawalan yang dulu dipadati oleh pedagang dari luar daerah, kini tidak diperbolehkan berjualan di wilayah Jabal.

“Ini guna membatasi, agar tidak ada warga dari luar yang masuk ke Kendal. Hal ini mengingat, masih masa pandemi Covid-19,” pungkasnya.(HS)

Share This

Cegah Penyebaran Covid-19, Polres Banjarnegara Perketat Pengamanan Objek Wisata

Putus Penyebaran Covid-19, Polda Jatim Periksa Sebanyak 215.997 Pengendara