in

Bupati Kendal: Penemuan Situs Boto Tumpang, Bukti Peradaban Luar Biasa

 

Bupati Kendal, Dico M Ganinduto saat menerima kunjungan Puslitarkenas Kemendikbud, Senin (26/4/2021).

 

HALO KENDAL – Bupati Kendal, Dico M Ganinduto menerima Tim Penelitian pada Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslitarkenas) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) saat melakukan audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Kendal, di Ruang Kerja Bupati Kendal, Senin (26/4/2021).

Rombongan terdiri dari Ketua Tim Puslitarkenas Kemendikbud, Agustijanto beserta anggotanya, dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal, Wahyu Yusuf Ahmadi.

Ketua Tim Penelitian pada Puslitarkenas Kemendikbud, Agustijanto Indradjaja mengatakan, bahwa audiensi dengan Bupati Kendal adalah untuk menyampaikan hasil penelitian situs di Kendal.

“Kami bersama dengan Kepala Disdikbud Kendal menyampaikan hasil-hasil penelitian situs Boto Tumpang yang berada di Desa Karangsari, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal yang dimulai dari tanggal 7-26 April 2021,” terangnya.

Selain itu, lanjut Agustijanto, pihaknya juga menyampaikan  terkait dengan tindaklanjut penanganan Situs Boto Tumpang yang diperkirakan sudah ada pada peradaban Abad ke-6 Masehi.

“Setelah kami sampaikan hasilnya, kemudian Bapak Bupati meminta agar melakukan tindaklanjut secara cepat dengan melakukan askselesari,” imbuhnya.

Menurut Agustijanto, apa yang disampaikan Bupati Kendal menjadi tantangan bagi dirinya beserta tim ke depannya. Karena sebelumnya, pihaknya sudah berencana untuk melakukan penelitian lanjutan pada tahun 2022-2023.

“Namun Pak Bupati meminta agar bisa diakselerasi dan dikolaborasikan dengan Pemerintah Kabupaten Kendal. Untuk itu kami akan berkolaborasi terkait dengan penelitian, penanganan, perlindungan, dan kemanfaatannya, sehingga pada tahun 2023 masyarakat dapat menikmati kemanfaatan dari situs Boto Tumpang ini,” ungkapnya.

Agustijanto juga menjelasakan, untuk luas sementara situs Boto Tumpang yang sudah diteliti adalah 150 m × 150 m, dan untuk penanganan dan perlindungan bangunan candi luasnya 24 x 24 m.

“Namun secara umum pihaknya juga melindungi luas keseluruhannya area yang meliputi pagar, isi di dalamnya, dan bata-bata yang ada di sana yang diperkirakan peninggalan dari abad ke 6-7 Masehi,” jelasnya.

Menanggapi yang disampaikan tim Puslitarkenas, Bupati Kendal, Dico M Ganinduto mengapresiasi apa yang dilakukan tim, dalam mengembangkan penelitian situs Boto Tumpang.

Pihaknya juga akan melakukan akselerasi yang dapat melibatkan pemerintah pusat, APBD maupun CSR swasta. Karena menurutnya ada optimisme pada penelitian awal tahun 2021 ini.

“Ini adalah kabar yang menggembirakan atas temuan yang menggambarkan akan membawa berkah bagi masyarakat Kendal. Seperti peradaban di sekitar Abad ke-6 Masehi yang nantinya dapat menjadi anugerah dan edukasi serta destinasi wisata di Kabupaten Kendal,” ungkapnya.

Dico juga mengajak masyarakat untuk mendukung penelitian situs ini dengan bersama-sama menjaga situs Boto Tumpang tersebut.

“Mari kita bersama-sama wujudkan Kabupaten Kendal mempunyai simbol peradaban yang sangat luar biasa. Temuan Situs Boto Tumpang merupakan bukti peradaban luar biasa masyarakat masa lampau yang ada di wilayah Kendal,” ungkap Bupati dengan bangga.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal Wahyu Yusuf Ahmadi menyampaikan, tindak lanjut dari penanganan situs Boto Tumpang, yang pertama adalah keamanan area situs menjadi tanggung jawab bersama.

“Kami sudah memberikan edukasi terhadap masyarakat terkait hal itu, kami juga mendapat pendampingan dari TNI Polri. Nantinya kami akan menunjuk juru pelihara yang didukung oleh masyarakat, agar situs tersebut tetap dapat terpelihara dengan baik,” ujarnya.(HS)

Share This

Uji Coba PTM Tahap Dua Digelar, Ganjar Izinkan Sekolah Tambah Kelas

Pertengahan Ramadan, Penjualan Parcel Sembako dan Kurma Mulai Menggeliat