in

Bupati Izinkan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di Sekolah

 

 

Bupati Blora dalam rapat koordinasi (Rakor), Selasa (10/8) di ruang pertemuan Setda Kabupaten Blora. Rapat perencanaan pembelajaran tatap muka itu, dihadiri pula Wakil Bupati Tri Yuli Setyowati ST MM, serta sejumlah pejabat lain. (Foto : Blorakab.go.id)

 

HALO BLORA – Bupati H Arief Rohman SIP MSi menyetujui dan mengizinkan dibukanya kembali Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah secara terbatas.

Hal itu disampaikan Bupati Blora dalam rapat koordinasi (Rakor), Selasa (10/8) di ruang pertemuan Setda Kabupaten Blora. Dalam rapat perencanaan PTM itu, hadir pula Wakil Bupati Tri Yuli Setyowati ST MM, Forkopimda, Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, Dewan Pendidikan, perwakilan UPTD TK/SD, perwakilan Kepala Sekolah SMP, MKKS SMA/SMK, serta Kemenag Kabupaten Blora.

“Setelah mendengarkan masukan dari beberapa pihak, kami sepakati bersama bahwa sekolah kembali diperbolehkan melaksanakan  Pertemuan Tatap Muka (PTM) Terbatas. Untuk teknisnya, nanti akan dibahas lebih lanjut,” kata Bupati Arief, Blorakab.go.id.

Menurutnya, hal ini sesuai Instruksi Mendagri Nomor 30 Tahun 2021 tentang PPKM Level 4,3 dan 2 Covid-19 wilayah Jawa dan Bali, tanggal 9 Agustus 2021. Selain itu juga Surat Keputusan Bersama (SKB) empat Menteri : Mendikbud, Menag, Menkes, Mendagri, Nomor 03/KB/2021, Nomor 384 tahun 2021, Nomor HK.01.08/Menkes/4242/2021, Nomor 440-717 tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19.

“Berdasarkan Instruksi Mendagri yang terbaru, wilayah PPKM Level 3 mulai diperbolehkan mengadakan pertemuan tatap muka, untuk jenjang pendidikan TK, SD, SMP, SMA atau SMK. Dan tadi telah disepakati bersama dalam forum. Kami tetap mengutamakan, agar protokol kesehatan tetap diperhatikan,” tambah Bupati.

Adapun untuk waktu dimulainya PTM terbatas, pihaknya mengembalikan hal tersebut pada kesiapan masing-masing sekolah.

“Besok kan libur, jika sekolah siap mulai Kamis ya monggo, atau siapnya Senin minggu depan juga tidak apa-apa. Kita luwes saja menyesuaikan kemampuan sekolah dan kesepakatan orang tua muridnya. Karena ini juga butuh izin dari orang tua murid. Jadi kita perbolehkan PTM Terbatas, namun juga tidak melarang jika memang masih ingin PJJ secara daring. Kami berharap semangat belajar anak-anak bisa kembali menguat,” tambah Bupati.

Untuk teknisnya menurut Bupati akan diatur lebih lanjut lewat SE Bupati dan pihaknya meminta masing-masing sekolah bisa menyesuaikan dan koordinasi dengan wali murid.

“Ayo semangat belajar anak-anakku…!! Jangan lupa tetap jaga protokol kesehatan ya, jangan sampai PTM terbatas ini menimbulkan klaster kasus baru,” kata dia.

Sementara itu Kepala Bagian Hukum Setda Blora, Bondan Arsiyanti SH MSi, bersama Kepala Dinas Pendidikan, Hendi Purnomo S STP MA, menyampaikan dalam dengan Instruksi Mendagri Nomor 30 Tahun 2021 tentang PPKM Level 4, 3 dan 2 Covid-19 wilayah Jawa dan Bali, tanggal 9 Agustus 2021 disebutkan bahwa Blora masuk kategori PPK Level 3.

Untuk level 3 ini, Blora dapat melaksanakan pembelajaran di satuan pendidikan atau sekolah secara tatap muka terbatas dan atau pembelajaran jarak jauh berdasarkan SKB 4 Menteri (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri) tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19.

Sedangkan bagi satuan pendidikan yang melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas dilaksanakan dengan kapasitas maksimal 50 persen, kecuali untuk SDLB, MILB, SMPLB dan SMLB, MALB maksimal 62 persen sampai 100 persen, dengan menjaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal lima peserta didik per kelas

Untuk PAUD, maksimal 33 persen dengan menjaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal lima peserta didik per kelas. (HS-08)

Share This

PT PJB Bantu 350 Unit Alat Swab Antigen

Mayoritas Instansi di Pemkab Blora Belum Buat Inovasi