Bupati Ingatkan Penjabat Kades Agar Selalu Koordinasi dengan Kepala Desa Terpilih

Bupati Pati Haryanto, pada acara pengambilan sumpah atau janji dan pelantikan 206 penjabat kepala desa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pati, Tahun 2021, di Pendopo Kabupaten. (Foto : Patikab.go.id)

 

HALO PATI – Bupati Pati Haryanto mengingatkan para penjabat kades, untuk selalu berkoordinasi dengan kepala desa terpilih. Jangan sampai keputusan yang diambil pejabat kades, menimbulkan masalah di kemudian hari.

Hal itu disampaikan Bupati Pati Haryanto, pada acara Pengambilan sumpah /  janji dan pelantikan 206 penjabat kepala desa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pati Tahun 2021, kemarin di Pendopo Kabupaten.

Khusus untuk pelantikan pejabat Kades Wirun, Cengkalsewu, Margorejo dan Kebonturi, dilaksanakan di pendopo Kabupaten Pati. Acara itu dihadiri Bupati Pati Haryanto, Wakil Bupati Pati Saiful Arifin, serta Sekretaris Daerah Suharyono serta disaksikan secara langsung oleh Camat se-Kabupaten Pati.

Adapun untuk para penjabat lainnya, harus mengikuti acara secara daring, karena saat ini masih dalam masa wabah Covid-19.

Lebih lanjut, Bupati menjelaskan bahwa masa jabatan sejumlah kepala desa sudah habis pada tanggal 28 dan 29 April 2021. Sehingga Haryanto berharap agar penjabat kepala desa ini, dapat selalu berkoordinasi dengan kepala desa terpilih dalam setiap mengambil keputusan.

“Saya harapkan, sekalipun PJ ini punya hak dan kewajiban yang sama dengan kepala desa, kalau mengambil keputusan yang strategis, itu harus koordinasi dengan kepala desa terpilih. Jangan sampai nantinya menjadi persoalaan di kemudian hari. Sehingga kebutuhan dan pelayanan masyarakat jangan sampai tertunda,” kata dia, seperti dirilis Patikab.go.id.

Haryanto pun berpesan kepada seluruh penjabat kepala desa agar bisa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Jangan sampai memanfaatkan situasi, sehingga nantinya pelayanan masyarakat menjadi terhambat. Khususnya untuk menghadapi Idulfitri, mengingat banyaknya masyarakat dari luar daerah yang ingin mudik pulang kampung. Meskipun sudah dibendung dengan aturan-aturan, namun tetap masih bisa menerobos sampai ke kampung halaman,” kata dia.

Karena itu para pemudik itu harus tetap dipantau. Para pejabat kades juga harus berkoordinasi dengan camat, bhabinkamtibmas, dan puskesmas.

“Nanti dilakukan swab. Yang positif langsung dikurung saja di RS Soewondo. Karena kalau mudik itu kan segala resiko harus berani menanggung. Karena kalau masyakarat ini sudah sampai kampung halamannya, kita kembalikan, ya tidak mungkin”, paparnya.

Pada kesempatan itu, Haryanto juga berpesan kepada seluruh camat agar tetap memantau pemudik karena daerah-daerah lain mengalami peningkatan klaster-klaster Covid-19 menelang Lebaran.

“Mulai klaster buka puasa, klaster tarawih di Banyumas, itu juga harus menjadi perhatian dan pelajaran. Sehingga masyarakat pun kami harapkan tetap mematuhi protokol kesehatan agar nantinya tidak terjadi klaster-klaster baru di Pati”, pungkasnya. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.