in

Bupati Demak Sebut Kenaikan Cukai Justru Memperluas Peredaran Rokok Ilegal

Bupati Demak, Eisti’anah menghadiri Sosialisasi Ketentuan Peraturan Perundang undangan di Bidang Cukai dan Gerakan Gempur Rokok Ilegal. (Foto : demakkab.go.id)

 

HALO DEMAK – Bupati Demak, Eisti’anah menyebut kenaikan tarif pita cukai, justru menimbulkan persaingan kurang sehat pada industri rokok dan membuat semakin meluasnya peredaran rokok ilegal.

Hal itu disampaikan Bupati Demak, Eisti’anah,  ketika menghadiri Sosialisasi Ketentuan Peraturan Perundang undangan di Bidang Cukai dan Gerakan Gempur Rokok Ilegal.

Kegiatan itu digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Demak, di Aula Budi Utomo, Kamis (04/05/2023), dihadiri 150 peserta.

Mereka adalah para guru olahraga, komite SMP negeri, dan guru di Kabupaten Demak.

Menurut Eisti’anah, peredaran rokok ilegal adalah persoalan bersama. “Keberadaan rokok ilegal yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, menimbulkan dampak negatif, baik bagi pemerintah, produsen produk legal, dan masyarakat,” kata dia, seperti dirilis demakkab.go.id.

Ia menyebut, rokok illegal dapat berpotensi meningkatkan jumlah perokok dan perokok pemula, karena murahnya harga rokok di pasaran.

Selain itu, rokok illegal juga tidak mematuhi peraturan pemerintah terkait pemasangan Peringatan Kesehatan Bergambar sehingga informasi bahaya merokok tidak tersampaikan kepada masyarakat.

“Untuk itulah, saya sangat apresiatif terhadap penyelenggaraan kegiatan ini. Terlebih peserta kegiatan ini merupakan tenaga pendidik. Menjadi harapan bersama, Panjenengan harus bisa mengedukasi anak didik akan bahaya rokok ilegal. Ini sangat penting, karena siswa merupakan generasi penerus pembangunan,” tuturnya.

Bupati Eisti juga berpesan agar dapat mengendalikan peredaran rokok ilegal dibutuhkan kerjasama dari semua pihak, baik dari instansi pengawasan dan penegakan, serta dari produsen rokok dan masyarakat.

Pihaknya juga meminta jika ditemui oknum yang sengaja menjual produk rokok illegal segera laporkan ke kantor Bea Cukai atau pihak yang berwajib.

Lebih lanjut Bupati Demak mengatakan Kabupaten Demak sebagai salah satu daerah penghasil cukai dan tembakau, sehingga merupakan penerima DBHCHT tersebut.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Demak, Haris Wahyudi Ridwan dalam laporannya menyampaikan bahwa tujuan Kegiatan Sosialisasi Ketentuan Peraturan Perundang- Undangan di Bidang Cukai dengan Tema “Gempur Rokok Ilegal“, adalah agar masyarakat mampu mengetahui Peraturan Perundang-undangan tentang bea cukai dan Mewujudkan penegakan hukum di bidang cukai fengan tema meningkatkan peran serta masyarakat di Kabupaten Demak dalam melawan peredaran rokok ilegal. (HS-08)

Peringati May Day, Ganjar Jalan Sehat Bareng Buruh di Salatiga

Pemkab Semarang Siapkan Hibah Rp 10 Miliar untuk Ratusan Lembaga Kesenian dan Olahraga