Bupati dan Wakil Bupati Kendal Tinjau Lokasi Untuk Relokasi Pedagang Pasar Weleri I

Bupati dan Wakil Bupati Kendal saat meninjau Terminal Bahurekso, Senin (1/3/2021).

 

HALO KENDAL – Dalam waktu dekat, 2.200 pedagang Pasar Weleri akan menempati tempat sementara di komplek Terminal Bahurekso.

Saat meninjau, Bupati Kendal, Dico M Ganinduto didampingi Wakil Bupati Windu Suko Basuki mengatakan, para pedagang Pasar Weleri ini seluruhnya akan direlokasi di komplek Terminal Bahurekso.

Menurutnya, percepatan ini untuk memudahkan kinerja pembangunan kembali Pasar Weleri yang terbakar pada November 2020 silam.

“Iya semuanya sudah kita siapkan, kurang lebih 2200 pedagang akan kita relokasi ke tempat ini (kompleks Terminal Bahurekso-Red). Selain itu kita menghemat anggaran, sebab untuk lokasi juga milik aset daerah Kendal,” katanya, Senin (1/3/2021).

Mengenai anggaran fisik perencanaan yang disiapkan, lanjut Bupati Dico, nantinya akan menggunakan APBD 2021 senilai 3.7 miliar.

“Kita juga tidak hanya mengandalkan anggaran tersebut, namun melalui CSR juga akan kita maksimalkan agar revitalisasi pembangunan Pasar Weleri segera terealisasi,” ungkapnya.

Dico berharap, para pedagang pasar Pasar Weleri kembali bangkit. Sebab, perputaran ekonomi di Pasar Weleri sangat luar biasa.

“Perencanaan proses lelang dengan konsultan saat ini sudah berjalan, semoga percepatan pembangunan bisa berjalan sesuai target,” tandasnya.

Dico menambahkan, Stasiun Weleri juga akan dikembangkan menjadi tipe B, bahkan menjadi tipe A sehingga menjadi besar. Dengan pengembangan Stasiun Weleri, menurut Dico, nantinya menjadi praktis akan membawa banyak dampak positif bagi Kendal.

“Salah satunya meningkatkan perekonomian warga sekitar, sekaligus pedagang Pasar Weleri nantiya. Artinya Pasar Weleri ini akan terkoneksi menjadi satu bagian dengan Stasiun Weleri,” katanya.

Sehingga para penumpang KA yang naik dan turun melalui pasar Weleri akan berbelanja oleh-oleh di Pasar Weleri.

“Kami sudah berkomunikasi dengan KAI dan pedagang Pasar Weleri. Mereka intinya setuju dengan langkah besar ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kendal, Alfebian Yulando mengatakan, saat ini masih berlangsung proses lelang konsultan perencanaan pembangunan Pasar Weleri.

“Mudah-mudahan proses lelang konsultan perencanaan pembangunan Pasar Weleri secepatnya bisa terealisasi,” ungkap Febi sapaan akrabnya.

Dikatakan, jumlah pedagang Pasar Weleri tidak semuanya memiliki kartu kuning. Untuk memudahkan pendataan, semua pedagang yang juga terdampak akibat peristiwa kebakaran, maka akan diberikan kartu kuning untuk legalisasi.

“Saat ini yang terdata di dinas pasar dan perdagangan hanya ada sekitar 1.800 pedagang yang telah memiliki kartu kuning. Untuk yang belum tetap akan kita data dan berikan kartu kuning agar legal dan terdata,” pungkasnya.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.