Bupati Blora Minta Kelurahan yang Dilalui Kali Grojogan Jaga Kebersihan Sungai

Pembukaan Prakongres Bank Sampah dan Bersih Kali Grojogan, yang diselenggarakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Blora, Jumat (2/4). (Foto : Blorakab.go.id)

 

HALO BLORA – Bupati Blora H Arief Rohman SIP MSi, meminta seluruh kelurahan yang dilalui Kali Grojogan, agar bersinergi menjaga kebersihan sungai tersebut. Dia juga berharap masyarakat dapat mewujudkan bank sampah.

Harapan itu disampaikan Bupati Blora H Arief Rohman, dalam pembukaan Prakongres Bank Sampah dan Bersih Kali Grojogan, yang diselenggarakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Blora, Jumat (2/4).

Hadir pula dalam kegiatan itu, Wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati ST MM, Ketua TP PKK Blora Hj Ainia Sholichah SH MPd AUD MPd BI, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Drs Sugiyanto MSi, Kepala Dinrumkimhub, Pimpinan PT Pertamina Persero, PT Sumber Petrindo Perkasa, Bank Jateng Cabang Blora, Ketua Yayasan Duta Blora Indonesia, Camat Blora dan pegiat bank sampah serta relawan.

Sebelum acara dimulai, diawali senam bersama dipandu oleh instruktur berpengalaman.

Pada kesempatan itu, secara simbolis Bupati Blora, Wakil Bupati dan Ketua TP PKK Blora, juga menyerahkan peralatan kebersihan, kepada perwakilan bank sampah, yaitu Pancasunu Puspitasari dari Bank Sampah Tuwuh Kelurahan Ngelo, Kecamatan Cepu dan Aang Kartika, Ketua Bank Sampah Induk Kabupaten Blora.

Acara dilanjutkan dengan penyerahan secara simbolis bibit pohon oleh Bupati, kepada Ketua Yayasan Duta Blora, Eko Arifianto. Serta penyerahan tempat sampah dari Bank Jateng Cabang Blora. Pada kegiatan tersebut juga dilaksanakan sesarengan (bersama) resik-resik kali Grojogan.

Lebih lanjut Bupati mengatakan perlu kesadaran masyarakat untuk mewujudkan bank sampah. “Kami ingin segera. Perlu kesadaran masyarakat untuk mewujudkan bank sampah. Ini bisa kita lakukan gerakan bersama-sama,” kata Bupati Blora, seperti dirilis Blorakab.go.id.

Paguyuban beberapa elemen, seperti Pasar Sido Makmur Blora, menurutnya, sudah sangat berkomitmen untuk mewujudkan bank sampah, sehingga itu bisa diikuti oleh kelurahan dan desa di Blora.

“Ada beberapa contoh desa, yang sudah melakukan program bank sampah ini. Hasilnya baik dan bagus. Selain secara lingkungan menjadi bersih, efek lainnya seperti ekonomi, ternyata juga bisa sangat dirasakan,” lanjutnya.

Oleh karena itu dengan kerja sama seluruh stakeholder, mulai dari OPD terkait, seperti DPUR, DLH, Dinrumkimhub, BUMN, dan BUMD, menurut Bupati, cita-cita untuk mewujudkan Blora yang lebih bersih, segera bisa diwujudkan.

“Kuncinya adalah kekompakan kita untuk bersama menjaga lingkungan agar lebih bersih. Kebersihan sebagian dari iman. Semoga dengan launching gerakan Prakongres Bank Sampah, keinginan untuk bersama untuk mewujudkan lingkungan yang bersih bisa terwujud,” kata Bupati.

Pejabat Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Blora Drs Sugiyono MSi, mengatakan kongres sampah Indonesia, kali pertama dilaksanakan di Desa Kesongo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, pada 12 sampai dengan 13 Oktober tahun 2019.

Dari kongres itu, menghasilkan empat rekomendasi, yaitu edukasi persampahan terutama soal pemilahan, alat angkut, fasilitas, termasuk tempat pemorosesan akhir (TPA) dan terbentuknya satuan tugas (Satgas) sampah di seluruh desa dan kelurahan.

“Dari rekomendasi yang dihasilkan itu, sesarengan (bersama) menginisiasi suksesnya acara kongres bank sampah di kabupaten Blora. Berkenaan dengan hal itu dimohon Bapak Bupati Blora untuk memberikan arahan dan semangat bagi kita semuanya,” kata Plt Kepala DLH Blora Drs Sugiyono MSi, seperti dirilis Blorakab.go.id.

Disampaikan, kongres sampah diharapkan menghasilkan peta dan parktik yang baik bagi pengelolaan sampah, meningkatkan SDM terkait pengelolaan sampah serta aktivasi sampah. (HS-08).

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.