in

Bupati Blora dan BNNP Jateng Bahas Pendirian BNNK

Bupati Blora H Arief Rohman SIP MSi, saat menerima kunjungan Kepala BNNP Jawa Tengah, Brigjen Pol Drs Purwo Cahyoko MSi, Selasa (12/10). (Foto : Blorakab.go.id)

 

HALO BLORA – Pemerintah Kabupaten Blora akan mendukung program Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah, dalam Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) dan pendirian BNN Kabupaten Blora.

Hal itu disampaikan Bupati Blora H Arief Rohman SIP MSi, saat menerima kunjungan Kepala BNNP Jawa Tengah, Brigjen Pol Drs  Purwo Cahyoko MSi, Selasa (12/10).

Kunjungan Kepala BNNP Jateng tersebut dalam rangka koordinasi P4GN, terutama membahas rencana pendirian BNN Kabupaten di Blora.

“Pada prinsipnya kami Pemkab Blora siap untuk menindaklanjuti arahan dari Pak Kepala BNNP, kami akan mendukung apa yang menjadi program BNN Pusat dan BNN Provinsi. Kami akan terus berkoordinasi dengan BNNP, agar perencanaan ini bisa semakin matang,” ” kata Bupati, seperti dirilis Blorakab.go.id.

Menurut dia, kehadiran BNNK di Blora sangat diperlukan karena letaknya strategis, yakni di Jawa Tengah bagian timur dan berbatasan dengan provinsi Jawa Timur. Selain itu, ke depan juga akan ada penerbangan dari dan ke Bandara Ngloram.

“Sehingga potensi-potensi yang ada terkait narkoba ini perlu untuk diantisipasi,” tambahnya.

Dalam koordinasi dan sosialisasi tersebut secara lengkap dihadiri Wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati ST MM, Dandim 0721 Blora, Wakapolres Blora, beserta Kepala OPD terkait.

Sementara itu, Kepala BNNP Jateng Brigjen Pol Drs Purwo Cahyoko MSi, menjelaskan di Jawa Tengah jumlah BNN di tingkat kabupaten dan kota masih sedikit, sehingga banyak kendala berkait pelaksanaan P4GN.

Dia mengatakan dari 35 kabupaten dan kota di Jawa Tengan, baru terdapat 9 BNN kabupaten dan kota. Karena itu BNNP membagi wilayah dalam pola zonasi dan untuk wilayah Jawa Tengah pesisir utara, belum terdapat satupun BNNK.

“Kami mencoba membagi wilayah, dengan pola zonasi. BNN kabupaten atau kota juga menjadi penanggung jawab untuk kabupaten atau kota lain di sekitarnya,” kata Brigjen Pol Purwo.

Kepala BNNP Jateng  mengatakan untuk memaksimalkan pelaksanaan P4GN, di wilayah Kabupaten Blora akan ditunjuk koordinator dan penghubung.

“Untuk wilayah Blora dan Rembang, kami tunjuk satu orang koordinator, yaitu Kombes Arif, yang bertanggung jawab nantinya dalam pelaksanaan P4GN di Blora dan Rembang. Kemudian sebagai penghubung khusus di Blora, kami tunjuk Pak Gunarto,” kata dia.

Kemudian, pihaknya juga menjelaskan mengenai kemungkinan dibukanya BNNK di Kabupaten Blora, pihaknya menjelaskan ada beberapa hal yang perlu dilakukan dan disiapkan.

“Untuk pembentukan BNNK nanti akan kita pandu melalui LO dan koordinator, untuk menyiapkan terkait adminstrasi, mulai naskah akademik, persetujuan Pak Bupati dan sebagainya dan kita usulkan ke pusat. Semoga disetujui mengingat potensi Blora ke depan sangat besar,” terangnya.

Ditambahkannya, mengingat saat ini moratorium masih berlaku. Sehingga kedepan diharapkan ketika moratorium sudah dibuka kembali, BNN kabupaten/kota bisa segera dibentuk.

“Tapi yang penting sekarang kita usulkan dulu, kita siapkan naskah akademik, sebagai perwakilan di wilayah timur sini, karena yang pertama, dekat dengan perbatasan dan yang kedua di wilayah timur ini belum ada. Kita siapkan, kemudian kita kirimkan ke pusat,” tambah Kepala BNNP Jateng.

Selain itu, dalam kedatangannya di Blora salah satunya untuk bersinergi dengan Pemkab Blora dalam pelaksanaan P4GN.

Agenda dilanjutkan dengan pemaparan mengenai kegiatan yang telah dilakukan dari OPD Pemkab Blora dalam rangka mendukung P4GN. (HS-08).

Share This

Fakultas Kesehatan Udinus Resmikan Desa Penadaran Sebagai Desa Binaan

Program Polda Jateng Mageri Segoro, Pemalang Dapat Jatah Tanam 65 Ribu Bibit Mangrove