in

Bupati Batang Minta Mas Mbak 2021 Dapat Jadi Teladan

Acara pemilihan Duta Wisata Kabupaten Batang. (Foto : Batangkab.go.id)

 

HALO BATANG – Warga Kecamatan Banyuputih, Hani Falasifah (21) dan warga Kecamatan Subah, Asyharudin Yusuf (22), berhasil meraih gelar Mas Mbak Batang 2021. Keduanya menjadi juara 1 dalam ajang pemilihan Duta Wisata Kabupaten Batang tersebut.

“Jadi juara satu, Alhamdulillah selalu disyukuri. Tanggung jawabnya lebih besar dan bukan untuk bersenang-senang,” kata Hani, yang menjadi Mbak Batang 2021, di Pendopo Kabupaten Batang, seperti dirilis Batangkab.go.id.

Mahasiswi Universitas Negeri Semarang ini, mengatakan motivasinya mengikuti ajang Duta Wisata, adalah untuk belajar lebih banyak. Sebelumnya dia juga pernah mengikuti ajang Duta Wisata di kampusnya. Baginya, event Mas Mbak Batang punya skala lebih luas.

Asyharudin Yusuf (22) yang terpilih menjadi Mas Batang 2021 mengaku tidak menyangka bisa menang.

“Saya pernah mengikuti ajang ini pada 2016 saat di bangku SMA, tetapi belum berprestasi. Saya ingin membuktikan pada diri sendiri, ingin tahu sejauh mana (berkembang) setelah empat tahun belajar,” katanya.

Mahasiswa Universitas Diponegoro ini, mengatakan dengan bergabung menjadi Duta Wisata, maka bisa berkontribusi pada tanah kelahirannya. Hal itulah yang menjadi motivasi mengikuti kembali ajang Duta Wisata Batang 2021.

“Bersama teman paguyuban, saya ingin mempromosikan Wisata Batang,” ungkapnya.

Bupati Batang Wihaji mengatakan, event Mas Mbak Batang tidak hanya soal kecantikan saja, tetapi juga inner beauty atau kecantikan dari lubuk hati.

Dia berharap para pemenang bisa menjadi teladan dan contoh, dalam hal-hal berkenaan dengan budaya seni dan pendidikan.

“Harapan saya, juga bisa jadi Duta Covid-19 yang memberi edukasi, minimal pada generasi milenial,” jelasnya.

Wihaji juga mengucapkan selamat pada para pemenang Mas Mbak Batang 2021. Semoga para pemenang bisa mempromosikan Pariwisata di Kabupaten Batang.

“Inovasi-inovasi yang mereka ungkapkan juga bisa untuk program promosi pariwisata di Disparpora,” imbuhnya.

Sementara itu Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Batang, Wahyu Budi Santoso menjelaskan jadwal Grand Final digelar pada 17 Juli 2021. Tetapi karena PPKM darurat, acara itu diundur.

“Ada yang beda tahun ini adalah penyelenggaraan lebih milenial. Contohnya para peserta membuat vlog dan video karya mereka,” terangnya.

Wahyu berharap, pemenang ajang Mas Mbak Batang 2021 bisa turut mempromosikan Pariwisata di Batang.

Bahkan jika memungkinkan, masing-masing dari mereka mempromosikan melalui berbagai platform Media sosial (Medsos).

“Mungkin mereka dengan kreativitas mereka,  bisa membuat semacam vlog untuk mempromosikan wisata Batang, bahkan bisa buat karya yang dilirik luar negeri. Bisa mencontoh video-video yang bagus, caranya Amati Cermati dan Tiru,” kata dia.

Ia juga menjamin kesehatan para peserta Grand Final itu. Sebelum naik panggung, para finalis mengikuti tes Swab PCR, sehingga dinyatakan sehat semuanya. (HS-08)

Share This

Satlantas Polres Boyolali Bakal Segera Gelar Operasi Patuh

Tazakka Batang Kembangkan AIST, Santri Belajar Transaksi Nontunai