in

Bupati Batang : Jika Abrasi Tak Teratasi, Pantai Bisa Sampai ke Jalan Raya

Kapolres Batang, Bupati Batang, dan Dandim Batang dalam acara penanaman mangrove di Pantai Sicepit, Dukuh Kebanyon, Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Batang. Kegiatan ini merupakan pelaksanaan Program Polda Jateng Mageri Segoro. (Foto : Batangkab.go.id)

 

HALO BATANG – Bupati Batang Wihaji mengkhawatirkan abrasi di wilayah pesisir. Jika tidak teratasi, maka abrasi ini bisa semakin menggerus daratan dan merusak tempat-tempat wisata pantai di wilayah ini hilang.

Karena itu dia memuji peran Polda Jateng, dalam hal ini Polres Batang, yang berinisiatif menggelar program menanam mangrove. Menurutnya, pemilihan penanaman bibit mangrove dari Pantai Sicepit, Dukuh Kebanyon, Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Batang sudah tepat.

“Saya yakin tanaman  mangrove bisa membantu warga sekitar,” kata dia, seperti dirilis Batangkab.go.id.

Bupati Batang juga mengatakan panjang pesisir wilayah ini adalah sekitar 74 kilomater, di mulai dari perbatasan dengan Kota Pekalongan hingga Kabupaten Kendal. Di sepnjang pesisir tersebut, rata-rata tantangannya adalah abrasi.

Lebih lanjut Wihaji mengatakan dampak abrasi di pesisir Batang, jika tidak ditangani, maka akan membawa kerugian bagi pemerintah dan masyarakat. Dia menyebut kawasan pantai Sigandu, yang saat ini mirip Jimbaran Bali bisa hilang.

“Kalau tidak hati-hati, pantainya bisa sampai ke jalan raya. Dulu saja, masih ada 300 meter pantai. Sekarang dekat jalan sudah laut,” terangnya.

Wihaji berpesan bahwa menanam itu mudah, yang perlu diperhatikan adalah merawatnya. Dia yakin jika manusia bersahabat dengan alam, maka alam juga akan bersahabat dengan manusia.

Sementara itu penanaman mangrove dalam rangka program Polda Jateng Mageri Segoro, diikuti 130 personel dari Polres Batang, Kodim 0736, Polres Batang, Satpol PP, Perhutani, BPBD, PMI , HNSI dan TNI AL.

Kapolres Batang AKBP Irwan Susanto, mengatakan dalam program itu Polres Batang menanam 60 ribu bibit mangrove. Penanaman dimulai dari Pantai Sicepit, Dukuh Kebanyon, Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Batang.

“Penanaman 60 ribu mangrove dimulai hari ini hingga Desember nanti,” kata

Ia memastikan sudah melakukan pendataan sebelum melakukan penanaman mangrove. Pihaknya memastikan titik yang paling membutuhkan tanaman mangrove untuk mencegah abrasi.

Kegiatan itu merupakan bagian dari program Polda Jawa Tengah Mageri Segoro. Program itu berbarengan dengan percepatan vaksinasi Covid-19 dan pembagian sembako.

“Kami hadir di sepanjang pesisir Pantura Batang dalam rangka mencegah abrasi dan ini dilakukan Serempak. Kami juga bekerja sama dengan stakeholder seperti Pemda dan TNI,” jelasnya. (HS-08)

Share This

Pemkab Batang dan Unwahas Kerja Sama Pendidikan dan Pembangunan

Lansia Asal Demak Harus Mendekam Di Tahanan Karena Membela Diri Saat Diserang Pencuri