in

Buntut PPKM Diperpanjang, Pedagang Keluhan Omzet Turun Drastis

Sri salah seorang pedagang sayuran Pasar Peterongan Kota Semarang sedang melayani pembeli.

 

HALO SEMARANG – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat diperpanjang hingga 25 Juli 2021 dikeluhkan oleh sejumlah pedagang Pasar Peterongan Kota Semarang.

Mereka khawatir, perpanjangan ini akan menambah dampak pada menurunnya pendapatan.

Seperti yang diungkapkan oleh Dhahar pedagang sembako, pembeli yang biasanya hilir mudik, selama PPKM Darurat mengalami penurunan kurang lebih 25 persen.

“Kebijakan ditetapkan seharusnya juga melihat orang kecil seperti kami ini. Tidak ada solusinya, kami harus makan, membiayai sekolah anak. Kalau jualan sepi dapat penghasilan dari mana lagi?” tutur Dhahar saat ditemui di lapaknya, di Kawasan Pasar Peterongan, Kamis (22/7/2021).

Senada disampaikan Suyadi (58) pedagang daging ayam, diakuinya sejak PPKM Darurat diterapkan, penjualannya mengalami penurunan drastis sekitar 50 persen.

“Pada hari-hari sebelumnya bisa menjual daging ayam 130 ekor, sekarang per hari turun, hanya 80 ekor. Ini sudah diperpanjang lagi, hanya bisa pasrah,” terangnya.

Terdapat pedagang lainnya yang memaklumi adanya perpanjangan pembatasan ini. Sri salah seorang pedagang sayuran menyadari keputusan pemerintah untuk menekan penyebaran virus asal Wuhan, Tiongkok tersebut.

“Memang ini berdampak, karena jam operasi pasar dibatasi hanya sampai pukul 20.00 WIB. Dibilang turun penghasilan itu saya alami,” paparnya.

Kendati demikian, ia berharap kebijakan pemerintah ini dapat diperlonggar. Sebab, banyak pedagang-pedang yang penghasilannya untuk kebutuhan sehari-hari.

“Jika seperti ini terus mungkin PPKM bisa dihentikan saja, kalau tidak aturannya bisa diperlonggar atau ada tambahan bantuan,” tandasnya.(HS)

Share This

Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang Gelar Webinar Moderasi Beragama

Pelaku Bisnis Entertainment Semarang Berharap Adanya Keringanan Pajak