in

Buntut Aksi Konvoi Gengster, Pelajar di Semarang Dijemput Polisi

Para pelajar di Kota Semarang saat mendapatkan arahan dari kepolisian, Senin (1/4/2024).

HALO SEMARANG – Sejumlah pelajar di Kota Semarang dijemput oleh anggota kepolisian, Senin (1/4/2024). Hal ini dilakukan karena buntut dari aksi konvoi gengster yang meresahkan warga Kota Semarang pada Minggu (31/3/2024) malam.

Para remaja itu berasal dari tiga SMK di Semarang. Mereka dikumpulkan di salah satu SMK di Gayamsari Kota Semarang dan diberi pengarahan oleh Kasat Samapta Polrestabes Semarang, AKBP Tri Wisnugroho Yulianto.

Setelah diberi arahan, mereka dibawa ke Polrestabes Semarang kemudian dimintai keterangan oleh tim Reskrim Polrestabes Semarang. Terlihat sejumlah orangtua dan wali murid datang ke Polrestabes Semarang.

Sebanyak 19 remaja itu sebelumnya diamankan pada Minggu (31/3) malam setelah ada laporan konvoi motor anak muda yang mengganggu kenyamanan pengguna jalan. Dari banyaknya remaja yang berkonvoi, 19 diantaranya berhasil diamankan. Mereka kemudian dipulangkan sementara dan kembali diperiksa hari ini.

“Setelah tim merapat, kedapatan ada sekelompok orang, bisa kami amankan 19 orang dengan motor 5 unit dan botol miras baik yang sudah kosong maupun isi. Kami pendalaman, kami bawa ke kantor untuk mendata nama-nama mereka. Saat melakukan pendataan tidak ditemukan sajam. Kemudian dilakukan pembinaan,” ujar Kasat Samapta Polrestabes Semarang, AKBP Tri Wisnugroho Yulianto di kantornya, Senin (1/4/2024).

Pemeriksaan hari ini dilakukan untuk memastikan para remaja itu berkaitan dengan berandalan yang disebut gangster atau tidak. Karena dari pengakuan, mereka awalnya bagi-bagi takjil dan buka bersama, kemudian bertemu dengan gerombolan gangster.

“Untuk adik-adik ini akan dilakukan pendalaman untuk mengecek apakah mereka terbukti dari salah satu gangster tersebut. Tadi sempat saya tanya. Mereka itu punya club Ultras seperti suporter bola. Mereka melakukan ngabuburit menunggu buka. Mereka juga sempat membagi takjil di sekitar Sambiroto Citra Grand. Baru turun ke Jalan Pahlawan dan berhenti di Taman Indonesia Kaya. Di situ bersamaan dengan gerombolan sepeda motor yang disinyalir geng tersebut. Itu versi mereka. Saat yang lain lari, mereka tidak,” imbuhnya. (HS-06)

Gembirakan Warga Jelang Lebaran, Masjid Mujahidin Kendal Gelar Pasar Murah

Jateng Siap Sambut Mudik Lebaran 2024