Bulan Ramadan, Warung Makan Gratis Abah Usman, Berikan Makan dan Takjil untuk Jamaah

Sejumlah jamaah sedang menikmati makan di warung makan gratis (WMG) Abah Usman.

 

HALO SEMARANG – Ada yang berbeda pada bulan Ramadan kali ini, pasalnya sebuah warung makan yang diberi nama Warung Makan Gratis (WMG) Abah Usman berbagi makanan untuk berbuka puasa serta takjil secara gratis, bagi jamaah yang datang ke Masjid Madyo Mangun Karso.

WMG yang dibentuk oleh para relawan muslim sejak delapan bulan lalu ini, memang bertujuan untuk berbagi makanan bagi jamaah atau umat muslim yang melakukan ibadah di masjid.

“Konsepnya dari umat untuk umat, tujuannya memberi makan gratis untuk orang yang datang ke masjid, jadi kita adakan prasmanan. Maupun ada yang sudah dalam bentuk bungkus, kalau yang prasmanan nanti kita ambilkan jadi prokes tetap terjaga, agar nasi beserta lauknya sesuai dengan porsi jadi tidak ada yang mubazir,” kata Natalia Arwitasari, salah seorang relawan WMG Abah Usman, Kamis (22/4/2021).

Sedangkan pengambilan nama Abah Usman bukan tanpa alasan, selain kata Usman adalah sahabat Nabi, kata Abah juga merupakan kependekan dari Aku Bahagia, sedangkan Usman sendiri adalah Usaha Mandiri.

“Jadi memang ini murni usaha kami untuk mencari donasi untuk menyelenggarakan warung makan gratis ini, jumlah relawan tetap kami kurang lebih juga ada 10 orang,” imbuhnya.

Dalam melayani umat untuk menyediakan makan gratis, para relawan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Bahkan, bagi kaum muslim yang akan mengambil makan namun tidak memakai masker, tidak diperbolehkan ikut dalam barisan. Namun bisa lebih menjauh dari barisan dan akan diambilkan makanan oleh relawan.

“Kita juga lakukan protokol kesehatan, semua yang mau ambil nasi di warung gratis harus pakai masker dan bisa berbaris rapi, kalau yang tidak pakai masker tidak boleh ikut barisan tapi kita ambilkan terpisah dan mereka bisa mundur dari barisan,” ucapnya.

WMG Abah Usman memang sepenuhnya mengandalkan uluran tangan dari para donatur. Melalui sosial media, para relawan menghimpun dana untuk tetap bisa menghidupkan WMG setiap hari Senin hingga Jumat.

WMG Abah Usman juga membuat jadwal, untuk hari Senin dan Kamis akan ada menu makan berbuka puasa beserta takjil, sedangkan untuk hari Selasa, Rabu, Jumat hanya akan ada menu takjil saja.

“Kami tidak ada sumber dana pasti, kami hanya menunggu donatur saja, kalau misal tidak ada sumber dana ya kami para relawan yang akan mengeluarkan uang untuk tetap menghidupkan warung nasi gratis ini,” ungkapnya.

WMG Abah Usman tidak hanya menerima donasi dalam bentuk uang, namun bisa dalam bentuk bahan mentah atau bahkan makanan matang. “Kalau misal berupa bahan matang kami carikan pasangannya, tapi kalau bahan mentah kami ini yang memasak di rumah kami masing-masing,” katanya.

Dalam sehari minimal ada 100 buah takjil dan 100 porsi nasi untuk dibagikan. Meski berupa warung makan gratis, namun masakan dan takjil yang diberikan tidak sembarangan. Para relawan tetap mengedepankan rasa dan kualitas masakan.

Salah satu jamaah yang kerap berbuka puasa di masjid yang terletak di Jalan Wolter monginsidi adalah Tri, warga Bangetayu ini mengaku mengetahui tentang WMG Abah Usman dari sosial media.

“Menunya lumayan enak kok, dan yang pasti lebih berkualitas dibanding nasi-nasi yang dibagi di pinggir jalan. Ya semoga dengan adanya WMG ini buat para donatur bisa diberkahi dan para relawan bisa terus mengadakan WMG ini,” pungkasnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.