Bulan Ramadan, Stok Plasma Konvalesen Menurun

Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo melakukan donor plasma konvalesen sebagai penyintas Covid-19. (Foto dok/PMI).

 

HALO SEMARANG – Selama bulan suci Ramadan 1442 H permintaan plasma darah konvalesen di Jawa Tengah masih tinggi. Namun, minat penyintas Covid-19 untuk menyumbangkan plasma darah konvalesen turun.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Seksi Pelayanan Masyarakat Palang Merah Indonesia (PMI) Jawa Tengah, Handoko, Kamis (29/4/2021).

Handoko menuturkan, penurunan jumlah pendonor plasma darah konvalesen sekitar lima persen. Faktor puasa adalah yang mempengaruhi pendonor.

- Advertisement -

“Permintaannya masih tinggi, sedangkan untuk pendonor agak turun sekitar lima persen,” tutur Handoko kepada halosemarang.id.

Namun, lanjut Handoko, PMI memiliki data penyintas Covid-19 yang dapat mendonorkan. Jika dibutuhkan pasien, penyintas Covid-19 akan hadir menyumbangkan plasma konvalesen.

“Kecuali jika dibutuhkan, mereka pada bisa. Tapi kalau sukarela mendonorkan selama puasa, angkanya turun,” imbuhnya.

Rata-rata setiap hari, minimal kebutuhan plasma konvalesen yang dicatat PMI Jawa Tengah sekitar 80 kantong.

“Se-Jawa Tengah minimal sekitar 80an,” ungkap Handoko.

Handoko menyebutkan, stok di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Kariadi Semarang juga mengalami keterbatasan dan persediaan yang rendah. Sementara kebutuhan di sana masih tinggi.

“Seperti di RSUP Kariadi permintaannya juga masih tinggi. Sedangkan di sana mengalami persediaan darah plasma sangat minim,” ujarnya.

Dikatakan Handoko, daerah yang memiliki kebutuhan tinggi di antaranya, Kota Solo, Kota Semarang, dan Kabupaten Banyumas. Untuk memenuhi kebutuhan, PMI Jawa Tengah terus memberikan sosialisasi dan edukasi kepada pendonor.

“Solo dan Kota Semarang itu wilayah yang masih tinggi, tambah Banyumas tapi relatif sedikit,” katanya.

“Ketentuan donor di bulan puasa tidak ada, secara umum itu normatif seperti hari-hari biasa tidak masalah,” tambahnya.

Menurut Handoko, PMI Jawa Tengah terbuka kepada pendonor untuk menyumbangkan plasma konvalesen setelah berbuka puasa.

“Hanya saja berkurang karena pendonor banyak yang sedang puasa. Mungkin menunggu berbuka dulu pada takut lemas atau gimana,” tutupnya.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.