Buka Warung KB, Warga Sarapan Gratis, DPPKB Blora Pikat Akseptor Baru

Layanan warung Keluarga Berencana setiap Jumat pukul 06.30 WIB, di halaman kantor Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Blora. (Foto : Blorakab.go.id)

 

HALO BLORA – Beragam cara dilakukan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Blora, untuk mengajak masyarakat menjadi akseptor keluarga berencana.
Salah satunya adalah dengan membuka layanan warung Keluarga Berencana (KB), setiap Jumat pukul 06.30 WIB di halaman kantor setempat.
Dari program itu, setiap Jumat dapat memikat dua hingga tiga orang peserta akseptor KB baru.
Kepala DPPKB Kabupaten Blora Ahmad Nur Hidayat, SH MSi MM, mengatakan program ini merupakan gerakan sosial dan gotong-royong, untuk berbagi kepada warga sekitar, khususnya di masa pandemi Covid-19.
“Kami programkan Warung KB, untuk berbagi di saat pandemi Covid-19 dan sebagai media sosialisasi edukasi kepada warga, supaya ikut program KB,” terang Ahmad Nur Hidayat, di Blora, Jumat (19/3), seperti dirilis Blorakab.go.id.
Dengan program itu warga masyarakat sekitar bisa menikmati sajian makan pagi gratis sambil diberikan pengetahuan dan informasi terkait pentingnya ikut KB.
“Terlebih kontrasepsi jangka panjang yang meliputi IUD (Intra Uterine Device), Implant (susuk KB), dan kontap (Kontrasepsi mantap),” terangnya.
Warga masyarakat tidak perlu sungkan datang setiap Jumat pagi ke kantor DPPKB Blora, karena disediakan sarapan pagi.
“Silahkan, makan sepuasnya, bayar dengan doa. Supaya kita semuanya selalu dalam lindungan Allah SWT. Aman dari penularan Covid-19 dan jangan lupa ikut KB, tidak nikah dini, tidak melakukan seks pra nikah, serta hindari narkoba,” ajaknya.
Meski demikian, tambahnya, tetap menerapkan protokol kesehatan dengan menyediakan tempat cuci tangan, hand sanitizer, pakai masker dan mengatur jarak.
Dijelaskanya,program itu sebagai bagian implementasi penyuluhan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) KB dalam rangka meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku keluarga dan masyarakat untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas.
“Warga kita ajak makan pagi bersama, menunya tidak mewah, tapi bergizi. Kemudian kita tanya, ikut KB apa dan disosialisasikan pentingngnya ikut KB. Jarak kehamilan diatur dan direncanakan,” jelasnya.
Sementara itu seorang Ibu rumah tangga warga Desa Tutup Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, Darsiyem, menyadari pentingnya ikut Keluarga Berencana setelah memiliki lima orang anak.
“Iya, saya baru akan daftar akseptor peserta KB setelah ada anak saya yang kelima ini,” ucap Darsiyem.
Tidak hanya Darsiyem, tapi juga ada sejumlah ibu rumah tangga lainnya yang baru akan mendaftar akseptor KB
“Saya doakan, setelah ibu Darsiyem ikut KB, semoga lebih sejahtera, lebih tenang, semakin sehat, suaminya makin dimudahkan dan dilancarkan dalam bekerja menghidupi keluarganya,” kata Ahmad Nur Hidayat. (HS-08)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.