Buka Musrenbang RKPD, Bupati Arif Sugiyanto Pertegas Program Kegiatan Prioritas Tahun 2022

Bupati Arif Sugiyanto saat membuka kegiatan Musrenbang RKPD Kabupaten Kebumen, Rabu (31/3). (Foto : Kebumenkab.go.id)

 

HALO KEBUMEN – Bupati Arif Sugiyanto mempertegas kembali program dan kegiatan yang menjadi prioritas di Tahun 2022, saat membuka kegiatan Musrenbang RKPD Kabupaten Kebumen, Rabu (31/3).

Arif juga mengharapkan seluruh stakeholder dapat bersama menyatukan langkah, berpartisipasi aktif, dan mendukung program-program pembangunan daerah.

“Besar harapan kami kepada seluruh stakeholder untuk menyatukan langkah, berpartisipasi aktif, dan mendukung program-program pembangunan daerah. tentu saja kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat yang sudah nyengkuyung pembangunan daerah selama ini, ” ujar Bupati Arif Sugiyanto, seperti dirilis Kebumenkab.go.id.

Bupati yang hadir bersama Wakil Bupati Ristawati Purwaningsih, didampingi Sekda Ahmad Ujang Sugiono, serta Kepala Bappeda Pudjirahayu, juga menjabarkan visi daerah Kabupaten Kebumen Tahun 2021-2026. Adapun visi tersebut adalah “Mewujudkan Kabupaten Kebumen Semakin Sejahtera, Mandiri, Berakhlak Bersama Rakyat”.

Menurut dia, dalam visi daerah tersebut akan diwujudkan dalam beberapa misi. Masing-masing adalah peningkatan tata kelola pemerintahan yang baik melalui pelayanan birokrasi yang responsif serta penerapan e-gov dan open-gov terintegrasi.

Selain itu juga peningkatan aksesibilitas dan kualitas pelayanan pendidikan, kesehatan dan kebutuhan dasar lainnya.

Kemudian upaya untuk mewujudkan daya saing ekonomi daerah melalui pengembangan potensi sumber daya alam, pariwisata dan kearifan lokal yang berbasiskan agrobisnis dan ekonomi kerakyatan.

Hal itu termasuk peningkatan kualitas dan kuantitas infrastruktur yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan, untuk mewujudkan masyarakat Kebumen yang rukun, berbudaya dan bermartabat.

Dalam musrenbang RKPD yang digelar secara virtual dari Pendopo Rumah Dinas ini, disampaikan pula tentang strategi yang diambil pemkab dalam upaya penanggulangan kemiskinan pada 2022.

Upaya yang dilakukan, yakni dengan melakukan sinergitas seluruh stakeholder dan peningkatan partisipasi masyarakat, termasuk optimalisasi sumber daya berbasis kearifan lokal.

Bupati Arif Sugiyanto juga mengungkapkan strategi yang dilakukan untuk mewujudkan hal tersebut, di antaranya dengan mengupayakan peningkatan sinergitas dan koordinasi seluruh stakeholder dalam upaya penanggulangan kemiskinan.

Serta replikasi praktik-praktik baik program penanggulangan kemiskinan yang diinisiasi oleh masyarakat berdasarkan kearifan lokal dan terbukti berhasil baik dalam pemberdayaan masyarakat terutama dalam penanggulangan kemiskinan.

“Beberapa program dan kegiatan prioritas yang telah saya sebutkan sebelumnya juga merupakan program dan kegiatan yang diprioritaskan dalam penanganan kemiskinan,” kata dia, seperti dirilis Kebumenkab.go.id.

Ia pun menyebutkan, bantuan sosial dan jaminan sosial terpadu yang diberikan dengan integrasi data basis penentuan sasaran program dengan output Kartu Kebumen Sejahtera.

Termasuk pemenuhan pelayanan sosial warga miskin, program peningkatan ketahanan pangan, program pelayanan pendidikan melalui beasiswa dan subsidi bagi warga miskin dan anak yatim serta penguatan sekolah inklusi, program pelayanan kesehatan, peningkatan kesehatan lingkungan dan perumahan.

Tidak hanya itu, Arif juga menyampaikan tentang pemberdayaan ekonomi dan pelaku UMKM yang diwujudkan melalui pemberdayaan petani dan nelayan miskin dalam upaya peningkatan pendapatan masyarakat dengan program prioritas Tani Mulyo.

Kemudian pengembangan potensi perikanan tangkap dan budidaya dan kampung garam serta pemberdayaan pelaku usaha mikro dan kecil, ketenagakerjaan dan pariwisata dengan program prioritas Si Dawir, Kapok Pak Eko, Andalan Pas, Kumpul Bakul dan Demen Mbumen.

” Kita juga akan melaksanakan program lain yang berkaitan dalam peningkatan kegiatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat yaitu penanggulangan bencana, pembangunan desa, pelayanan administrasi kependudukan dan catatan sipil, penyediaan infrastruktur pendukung penanggulangan kemiskinan serta tidak kalah pentingnya dengan memperkuat kelembagaan dan kebijakan penanggulangan kemiskinan,” pungkasnya dengan tegas. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.