Budi Daya Ikan di Kendal Tidak Terpengaruh Pandemi

Foto ilustrasi tambak di Kendal.

 

HALO KENDAL – Budi daya ikan, baik ikan air payau maupun air tawar menjadi salah satu aandalan penggerak ekonomi selama masa pandemi Covid-19 di Kabupaten Kendal.

Di Kabupaten Kendal sendiri, budi daya ikan air payau atau tambak banyak berada di wilayah Kendal bawah, yaitu di Kecamatan Kaliwungu, Brangsong, Kendal, Patebon, Cepiring, Kangkung dan Rowosari.

Jenis ikan yang dibudi daya di antaranya bandeng, nila, udang windu, udang vannamei, udang putih, udang api-api dan kepiting.

Sedangkan budi daya ikan air tawar atau kolam berada di semua kecamatan. Jenis ikan yang dibudi daya antara lain ikan lele, karper, nila, gurame, bawal dan tawes.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kendal, Harjito mengatakan, berdasarkan data yang ada di dinasnya, untuk produksi ikan air payau tahun 2020, pada triwulan pertama mencapai 762.113 kilogram, dan pada triwulan kedua mencapai 837.822 kilogram.

“Sedangkan untuk produksi ikan air tawar tahun 2020, pada triwulan pertama mencapai 201.544 kilogram dan pada triwulan kedua mencapai 164.434 kilogram,” terang Harjito saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (12/10/2020).

Dikatakan, permintaan ikan air tawar dan payau sempat mengalami penurunan pada awal pandemi. Namun hal itu hanya berlangsung sekitar satu bulan.

Hal ini disebabkan banyaknya rumah makan yang tutup, namun bisa diatasi dengan melakukan penjualan bibit ikan yang sudah agak besar ke usaha kolam-kolam pancing.

“Permintaan ikan baik payau maupun tawar sempat mengalami penurunan permintaan di awal pandemi, sekitar bulan Maret. Namun setelah itu, permintaan ikan kembali normal seperti biasa,” ungkap Harjito.

Menurutnya, pada masa pandemi justru digalakkan budi daya ikan dalam ember (dumber), khususnya ikan lele. Secara otomatis berpengaruh pada permintaan bibit ikan lele, sehingga menguntungkan bagi pemijah ikan lele.

Harjito mengaku, meski dari segi hasil, budi daya ikan dalam ember tidak bisa diandalkan sebagai sumber penghasilan, namun bisa sebagai pengisi waktu luang yang hasilnya bisa dinikmati sendiri.

“Budi daya ikan dalam ember, sebenarnya tidak bisa diandalkan dari segi keuntungan, karena biaya pakannya yang mahal, tapi bisa sebagai hiburan saat waktu luang di rumah,” pungkasnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.