Buat Inovasi, Tiga OPD di Kota Pekalongan Layak Sandang Wilayah Bebas Korupsi

Wali Kota Pekalongan, HM Saelany Mahfudz SE, secara virtual mengikuti Evaluasi Zona Integritas  kabupaten dan kota se-Jawa Tengah  (Foto : pekalongankota.go.id)

 

HALO PEKALONGAN – Dalam mewujudkan reformasi birokrasi yang anti korupsi, berkinerja tinggi, dan mampu memberikan pelayanan publik berkualitas, Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan mencanangkan zona integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM), di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Pekalongan.

Hal ini diungkapkan oleh Wali Kota Pekalongan, HM Saelany Mahfudz SE, dalam Evaluasi ZI provinsi dan kabupaten/kota se-Jawa Tengah, yang berlangsung secara virtual.

“Atas nama Pemkot, saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada tim evaluasi, yang telah berkenan untuk melakukan evaluasi ZI menuju WBK WBBM. Penyampaian hasil evaluasi Pakta ZI di Kota Pekalongan untuk perangkat daerah dengan predikat WBK dan WBBM tentu memiliki arti penting bagi Pemkot,” ujar Saelany, seperti dirilis pekalongankota.go.id, Jumat (23/10).

Menurut Saelany, hal ini tentu saja dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat sebagai implementasi Permenpan dan RB Nomor 10 Tahun 2019 tentang Pedoman Pembangunan ZI menuju WBK dan WBBM di Lingkungan Instansi Pemerintah. “Kami etrus mendorong seluruh OPD untuk segera mencanangkan ZI,” ungkap Saelany.

Saelany menambahkan, hingga Oktober, sudah ada 26 OPD yang mencanangkan ZI. Selain itu, dalam evaluasi yang diselenggarakan hari ini ada tiga OPD yang mewakili Kota Pekalongan.

“Alhamdulillah sampai saat ini sudah ada 26 OPD dari 31 OPD. Target kami tahun 2020 ini seluruh OPD sudah melakukan pencanangan ZI. Dari Ketiga OPD yang akan dievaluasi hari ini kami menilai ketiganya memang layak menyandang predikat WBK dan WBBM,” tandas Saelany.

Untuk Kecamatan Barat Inovasi pelayanan yang dikembangkan yakni Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Pelayanan Terintegrasi Kelurahan-Kecamatan (Simpatik), Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarpus) dengan inovasinya yakni Aplikasi IPEkalongan dan WA gateway, dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) yakni Sistem Aplikasi Perizinan Online Ringkas dan Ekonomis (Sakpore).

Sementara itu, Camat Pekalongan Barat, M Taufiqu Rochman SSTP usai memaparkan komitmen dan strategi pembangunan ZI menyampaikan, di Kecamatan Pekalongan Barat Pencanangan ZI sudah dilakukan tahun 2019.

Sebagai salah satu OPD yang sudah mencanangkan ZI, Kecamatan Pekalongan Barat terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat dan bebas dari Korupsi.

“Kami menggunakan aplikasi Simpatik dalam mempermudah masyarakat melakukan pelayanan salah satunya terkait surat menyurat. Selain mempermudah, aplikasi ini juga mengurangi kontak dengan orang lain apalagi masih dalam masa pandemi Covid-19. Komitmen kami dalam mewujudkan WBK dan WBBM ini salah satunya dengan peningkatan pelayanan publik tanpa pungutan liar (pungli). Di Kecamatan Pekalongan Barat ada tujuh kelurahan yang semuanya sudah memanfaatkan aplikasi Simpatik,” tutur Taufiq.

Taufiq berharap, usai evaluasi ZI ini, pihaknya dapat memperoleh hasil yang memuaskan dengan predikat WBK dan WBBM. “Kami berharap tentunya hasil evaluasi pembangunan ZI, kami dapat memperoleh predikat WBK dan WBBM dari kementrian, sehingga dapat menjadi motivasi kami untuk menjadi lebih baik lagi,” kata Taufiq. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.