in

Brimob Polri Kerahkan Enam Mobil Dapur Umum ke Lokasi Pengungsian di Cianjur

Mobil dapur lapangan (Ranpurlap) Sat Brimob Polda Jabar, yang dikirimkan ke Kabupaten Cianjur, Jawa Barat (Jabar). (Foto : humas.polri.go.id)

 

HALO SEMARANG – Brimob Polri menurunkan enam kendaraan khusus, berupa mobil dapur lapangan (Ranpurlap), ke lokasi pengungsian korban gempa 5,6 magnitudo di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat (Jabar).

Dalam sehari, mobil tersebut mampu menyediakan 18 ribu porsi makanan siap saji.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo, mengatakan terdapat enam Ranpurlab Brimob Polri, yang diturunkan ke Cianjur.

Mobil itu disebar ke sejumlah wilayah terdampak gempa, seperti Kampung Cariuk, Desa Mangungkerta, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, di posko utama pendopo, dan posko penanggulangan bencana Brimob di IBC Jalan Raya Cipanas-Cianjur.

“Tim Brimob sudah membentuk dapur umum, untuk pemenuhan kebutuhan pangan para pengungsi. Bentuknya food truck yang dalam satu kendaraan itu ada lima sampai 10 personel, yang bertugas memasak,” kata Dedi, seperti dirilis humas.polri.go.id, Kamis (24/11/2022).

Menurut Dedi, setiap Ranpurlap dapat memproduksi 3.000 porsi makanan. Sehingga dalam satu hari keenam ranpurlap bisa menyediakan 18 ribu porsi makanan.

Dedi mengatakan, makanan yang disediakan Ranpurlap Brimob tersebut, terdiri atas nasi dan lauk pauk, seperti telur dadar, ayam goreng, dan mi goreng.

“Diupayakan, pemenuhan kebutuhan para pengungsi korban gempa akan diberikan secara maksimal,” kata Dedi.

Selain untuk pengungsi, Dedi makanan dari Ranpurlap Brimob tersebut juga untuk personel Brimob, yang diturunkan ke lapangan.

Jajaran Brimob bertugas membantu evakuasi dan penyelamatan korban gempa.

Wilayah terdampak kerusakan parah tersebar di 12 kecamatan, yakni Kecamatan Cugenang, Kecamatan Cianjur, Warung Kondang, Kecamatan Cilaku, Kecamatan Sukaresmi, Kecamatan Cipanas dan Kecamatan Pacet, Kecamatan Karang Tengah, Kecamatan Gekbrong, Kecamatan Cibeber, Kecamataj Sukaluyu, Kecamatan Bojong Picung, Kecamatan Cikalong Kulon.

Serap Aspirasi

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengunjungi dan menyerap aspirasi para pengungsi, yang ditampung di tenda-tenda pengungsian.

“Jadi memang kami tanya langsung terkait kebutuhan yang masih diperlukan. Karena masih banyak warga yang mengungsi. Ada kurang lebih 31 ribu, totalnya,” kata Sigit di Polres Cianjur, setelah meninjau tenda pengungsian korban gempa bumi, baru-baru ini.

Dalam penyerapan aspirasi tersebut, Sigit mendengar langsung dari warga soal kebutuhan air bersih untuk mandi dan kebutuhan hidup sehari-hari.

Mendengar hal itu, Sigit menyatakan pihaknya telah menyiapkan WC Portable dan mobil Water Treatment untuk para korban.

Selain itu, Sigit menyebut juga akan menambah ketersediaan dari selimut dan alas tidur. Mengingat, jumlah pengungsi yang cukup banyak akibat bencana alam tersebut.

“Memang ada keluhan tadi terkait masalah kamar mandi, ini kita upayakan komunikasi supaya bisa ditambah, ada beberapa MCK portable bisa digeser ke sana dan ada mobil Water Treatment yang bisa digunakan untuk bantu keperluan masyarakat,” ujar Sigit.

Warga pun sempat menyampaikan penderitaannya kepada Kapolri soal rumah mereka yang ambruk atau rusak akibat gempa bumi. Sigit pun langsung mengatakan bahwa, Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) telah menyiapkan bantuan kepada warga yang rumahnya ambruk.

“Ya, nanti dicatat, dilaporin Pak Kades. Ada bantuan dari Pak Presiden untuk dibangunkan. Catatannya jangan sampai keliru. Pokoknya bapak-ibu, mikirnya jangan mikir yang susah-susah dahulu, ini memang musibah kita terima, kita berdoa, supaya semua cepat kembali,” ucap Sigit.

Secara umum pasca-gempa bumi penanganan korban beserta pengerahan bantuan saat ini telah berjalan dengan maksimal.

Menurut Sigit, untuk proses distribusi bantuan maupun sarana prasarana pendukung lainnya akan bisa semakin maksimal setelah terbukanya jalur Puncak menuju Cianjur. Hal itu semakin memantapkan jalur distribusi bantuan.

Oleh sebab itu, dikatakan Sigit, selanjutnya, akan difokuskan untuk kepentingan pencarian korban di wilayah-wilayah yang masih melaporkan adanya warga yang belum ditemukan setelah gempa tersebut. Serta menyalurkan bantuan ke lokasi yang belum tersentuh.

“Tentu itu menjadi prioritas kita lakukan pencarian utamanya dititik-titik yang memang masih belum sempat tersentuh karena kesulitan. Tapi saya kira sampai siang ini semua berjalan dengan baik. Artinya upaya untuk evakuasi, distribusi dan perawatan terhadap masyarakat juga sudah semakin meningkat. Mudah-mudahan hari ini bisa semakin baik,” kata Sigit. (HS-08)

Presiden Ajak Masyarakat Vaksinasi Booster Covid-19

Kunjungi Episentrum Gempa Cianjur, Presiden : Bantuan Rehabilitasi Rumah Tak Hanya Satu Skema