in

BPSMP Sangiran Teliti Potensi Situs dan Sebaran Temuan di Situs Kapuan

Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran, mengumpulkan data potensi situs dan sebaran temuan benda purbakala, melalui survei dan ekskavasi di Situs Kapuan, di wilayah Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora. (Foto : Blorakab.go.id)

 

HALO BLORA – Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran, mengumpulkan data potensi situs dan sebaran temuan benda purbakala, melalui survei dan ekskavasi di Situs Kapuan,  di wilayah Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora.

Kepala Seksi Kesejarahan dan Purbakala Bidang Kebudayaan Dinporabudpar Kabupaten Blora, Eka Wahyu Hidayat SPd, mengatakan kegiatan itu berlangsung selama 12 hari mulai 12 Oktober 2021 sampai 21 Oktober 2021.

“Jadi hari ini sudah dimulai,” kata Eka Wahyu Hidayat, seperti dirilis Blorakab.go.id.

Ia menjelaskan, kegiatan itu dilakukan oleh sembilan personel, dengan Ketua Tim, Haris Rahmanendra SS.

“Tentu saja untuk membantu tim, dilibatkan pula tenaga-tenaga lokal,” tambahnya.

Sementara itu Ketua Tim pengumpulan data BPSM Sangiran di Situs Kapuan, Haris Rahmanendra SS, menjelaskan kegiatan itu merupakan lanjutan dari tahun 2019 pada lokasi yang sama.

“Kami mohon izin seperlunya agar penelitian tersebut dapat berjalan dengan lancar.” Kata dia.

Sebeliumnya, pada 18 Juni 2019 hingga 29 Juni 2019 silam, BPSMP Sangiran juga telah melakukan kegiatan Kajian Potensi Cagar Budaya di situs tersebut. Kajian yang dilakukan diharapkan dapat menunjukkan jenis-jenis fauna, pemahaman karakteristik budaya, lapisan tanah Kala Pleistosen di Situs Kapuan, dan persebaran temuan secara lateral maupun vertikal.

Seperti dirilis kebudayaan.kemdikbud.go.id, kegiatan tersebut melibatkan 11 personal, terdiri atas BPSMP Sangiran dan Pemerintah Daerah Kabupaten Blora, serta komunitas pelestari Cagar Budaya dari masyarakat sekitar. Tim kajian kemudian dibagi dua, yaitu tim ekskavasi dan tim survei arkeologi-geologi.

Ekskavasi dilakukan di Desa Kapuan, Kecamatan Cepu, dengan membuka dua buah kotak dengan nama TP1/KPN/2019 dan TP2/KPN/2019. Saat itu telah ditemukan 106 temuan di kotak ekskavasi, yang terdiri atas tulang, gigi dan batu.

Beberapa temuan telah diidentifikasi sebagai fragmen gigi atas Bubalus palaeokerabau dan fragmen Caninus hippopotamidae. Sementara itu, survei arkeologi dan geologi lebih difokuskan pada wilayah Desa Kapuan, namun tidak menutup kemungkinan juga meliputi wilayah sekitarnya.

Survei antara lain dilakukan di Desa Jipang, Ngloram, Cabean dan Getas. Hasil survei diharapkan dapat melihat sebaran temuan arkeologi secara lateral serta dapat mengidentifikasi lapisan tanah Kala Pleistosen di Situs Kapuan dan sekitarnya. (HS-08)

Share This

Bupati Sukoharjo Minta Masyarakat Laporkan Kekerasan pada Anak

Bupati Apresiasi Kepedulian Warga Perantauan Asal Blora pada YPAC Budi Mulyo