in

BPS Kota Semarang: Indeks Pembangunan Manusia di Kota Semarang Terus Meningkat

Charles Oliveira
Kepala BPS Kota Semarang, Erisman.

 

HALO SEMARANG – Pembangunan manusia di Kota Semarang mulai tahun 2017 hingga 2019 terus mengalami kemajuan, yang ditandai dengan meningkatnya indeks pembangunan manusia (IPM) Kota Semarang.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Semarang merilis IPM Kota Semarang meningkat 0,47 poin, yang mana pada tahun 2018 sebesar 82,72 persen, dan tahun 2019 menjadi 83,19 persen.

Kepala BPS Kota Semarang, Erisman mengatakan, sejak 2017 status pembangunan manusia di Kota Semarang sudah mencapai kategori sangat tinggi, yang mana selalu diatas 80 persen.

“Selama periode 2018-2019, komponen pembentukan IPM di Kota Semarang juga mengalami peningkatan,” katanya, Rabu (4/3/2020).

Dijelaskan Erisman, IPM dibentuk oleh tiga dimensi dasar yaitu umur panjang, hidup sehat, pengetahuan, dan standar hidup layak. Umur panjang digambarkan dengan umur harapan hidup, sedangkan pengetahuan diukur melalui indikator rata-rata lama sekolah dan harapan lama sekolah. Adapun standar hidup layak digambarkan oleh pengeluaran per kapita.
Berdasarkan data BPS Kota Semarang, pada 2019, bayi lahir di Kota Semarang memiliki peluang hidup hingga 77,25 tahun.

Ini meningkat 0,02 tahun dibanding tahun 2018. Anak usia sekolah memiliki peluang 15,51 tahun, meningkat 0,01 tahun. Penduduk Kota Semarang yang berusia di atas 25 tahun telah menempuh 10,52 tahun atau hingga SMA.
Adapun pengeluaran per kapita masyarakat Kota Semarang meningkat sebesar Rp 655 ribu rupiah dibanding tahun sebelumnya.

“Faktor IPM ada tiga dimensi yaitu kesehatan, pendidikan, ekonomi. Otomatis saling terkait dengan infrasktruktur,” tuturnya.

Menurut Erisman, Kota Semarang memang diuntungkan dengan kondisi infrastruktur yang terus meningkat. Di lain sisi, Pemerintah Kota Semarang menyasar seluruh elemen masyarakat mulai dari ibu hamil hingga orang meninggal.

“Kami lihat mulai ibu hamil hingga orang meninggal jadi sasaran Pemerintah Daerah. Ibu hamil ada bantuan makanan tambahan, orang sakit gratis di kelas tiga. Selain itu juga ada pengurangan biaya iuran PBB, sekolah gratis, transportasi murah,” katanya.

Dia menilai program-program tersebut sangat mendongkrak IPM Kota Semarang, terutama program pendidikan dan kesehatan. Secara ekonomi, kondisi di Kota Semarang juga sangat kondusif untuk berusaha.

Sebelumnya, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menyakini, terjaganya tren positif pembangunan manusia di Kota Semarang merupakan hasil dari sinergitas yang terbangun antarseluruh pihak. Adanya sinergi yang kuat membuat program yang diinisiasi pemerintah dapat dirasakan maksimal manfaatnya.

“Pembangunan manusia tidak dapat dilakukan sepihak oleh pemerintah saja, kalau project fisik mungkin masih bisa pemerintah yang langsung bangun untuk kelihatan hasilnya, tapi kalau pembangunan manusia ini semua pihak harus terlibat,” terang Hendi, sapaannya.(HS)

PKB Kota Semarang Siap Koalisi dengan PDIP di Pilwakot Semarang 2020

Jika Ada Yang Suspect, Ganjar Larang Kapal Pesiar Viking Sun Merapat ke Semarang