BPR BKK Kendal Siapkan Inovasi di Tengah Pandemi Corona

Foto ilustrasi: Kantor BPR BKK Kendal.

 

HALO KENDAL – Pelaku industri perbankan, khususnya Bank Perkreditan Rakyat (BPR) menyatakan optimistis mampu bertahan di masa pandemi Covid-19.

Meskipun diakui, pandemi memiliki dampak besar yang berimbas pada kinerja dan pencapaian hasil.

Untuk itu PD BPR BKK Kendal berusaha tetap memaksimakan kinerja, sehingga mampu meningkatkan laba perusahaan.

Direktur Utama PD BPR BKK Kendal, Mundolin mengatakan, pihaknya terus melakukan inovasi-inovasi untuk meningkatkan pelayanan nasabah.

Di antaranya penerapan teknologi keuangan digital yang mempermudah nasabah dalam mengakses layanan.

Dalam rangka peningkatan layanan, pihaknya memberikan kebijakan relaksasi kredit bagi pelaku UMKM yang terdampak Covid-19.

Kebijakan seperti memberikan penundaan angsuran pokok dan perpanjangan jangka waktu pembayaran atau pelunasan.

“Wabah Covid-19 tidak menurunkan semangat pelayanan. Bahkan untuk pencapaian tahun ini, kami kian optimistis, terlebih dengan beberapa adaptasi yang semakin memudahkan setiap layanan,” kata Mudolin di ruang kerjanya, Jumat (3/7/2020).

Menurutnya, BPR BKK Kendal terus mengalami peningkatan dan tumbuh. Hal ini diperkuat dengan adanya peningkatan aset per bulan Juni 2020 ini dibanding tahun lalu. Di samping itu, peningkatan juga karena faktor pertumbuhan kredit dan efisiensi biaya operasional.

“Posisi pada semester 1 ini, aset BPR BKK Kendal mencapai Rp 310.318.594.000 atau naik 11,49 persen dibanding tahun lalu yang mencapai Rp 278.347.400.000. Untuk laba juga naik 125 persen, di tahun ini sebesar Rp 5,3 miliar,” ungkapnya.

Mundolin memaparkan, untuk tabungan juga mengalami peningkatan, dari Rp 173.340.409.000  menjadi Rp 190.244.766.000. Atau meningkat 9,75 persen. Kemudian untuk Deposito, dari Rp 64.872.450.000 pada tahun lalu, dan tahun ini mencapai Rp 72.340.800.000 atau meningkat 11,51 persen.

“Kenaikan kredit, dari sebelumnya Rp 193,899,174,000, tahun ini mencapai Rp 201.165.979.000 atau meningkat 3,75 persen. Dan sampai saat ini sudah ada kreditur yang mengajukan restrukturisasi kredit sebesar Rp 27.297.259.000, dengan jumlah 199 nasabah,” terangnya.

Disinggung menghadapi penerapan skema new normal, Mundolin menyatakan pihaknya tetap menerapkan protokol kesehatan pada operasional yang tidak hanya berlaku untuk karyawan, namun juga untuk para nasabah yang datang ke kantor.

“Setiap individu kami wajibkan menggunakan hand sanitizer sesuai prosedur, menjalani pengukuran suhu tubuh karyawan dan nasabah sebelum masuk kantor, serta penggunaan sarung tangan dalam setiap melayani nasabah,” tandasnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.