in

BPC AKU UPPKA Jepara Berperan Sentral Dalam Pemberdayaan Keluarga Prasejahtera

Pengukuhan BPC AKU UPPKA Kabupaten Jepara Periode 2021-2025. (Foto : Jepara.go.id)

 

HALO JEPARA – Badan Pengurus Cabang Andalan Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (BPC AKU UPPKA) Kabupaten Jepara, saat ini berperan sentral dalam upaya memberdayakan keluarga prasejahtera dan keluarga sejahtera I (keluarga yang ekonominya layak) di Jepara.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Jepara, Inah Nuroniah, dalam  Pengukuhan Badan Pengurus Cabang Andalan Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (BPC AKU UPPKA) Kabupaten Jepara Periode 2021-2025, di Pendopo Kartini, Rabu (8/12).

Hadir dalam acara tersebut Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda, Hartaya, dan Ketua Badan Pimpinan Daerah (BPD AKU) Jawa Tengah, Suparjo, kepala perangkat daerah terkait.

Lebih lanjut Inah Nuroniah mengatakan untuk mewujudkan kesejahteraan keluarga, perlu dibentuk UPPKA, yang merupakan kegiatan ekonomi mikro berskala industri rumah tangga.

Di Kabupaten Jepara, menurut dia saat ini terdapat 230 kelompok UPPKA di Jepara, dengan anggota 2.854 keluarga, dan kepersetaan keluarga berencana (KB) aktif 2.226 akseptor atau 78 persen, tersebar di kecamatan se-Kabupaten Jepara.

“Saya berharap, setelah dikukuhkan BPC AKU menumbuhkan semangat produktif, meningkatkan permodalan dan kualitas produksi serta pembinaan manajemen. Sehingga dapat berkembang secara optimal serta bermanfaat bagi anggotanya,” kata dia, seperti dirilis Jepara.go.id.

Sementara itu Bupati Jepara Dian Kristiandi, yang diwakili Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda, Hartaya, mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus BPC AKU yang telah dikukuhkan. Melalui DP3AP2KB Kabupaten Jepara, telah memberikan kontribusi nyata dalam menurunkan angka kemiskinan.

UPPKA Merupakan kekuatan yang sangat besar dalam menggerakkan ekonomi mikro di daerah. Terlebih dalam upaya pemulihan ekonomi setelah di era pandemi Covid-19.

Data menunjukkan persentase penduduk miskin di Jepara mengalami kenaikan selama pandemi. Dari semula berada si angka 6,66 persen pada 2019 menjadi 7,17 persen pada 2020, atau setara dengan 91.140 jiwa.

“Dibentuknya BPC AKU, merupakan langkah cerdas menanggulangi kemiskinan di jepara. Selain sebagai gerakan pengendalian penduduk melalui pembatasan jumlah anak, juga dilakukan pendapatan keluarga,” kata Hartaya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua BPD AKU-UPPKA Jawa Tengah, Suparjo menyambut baik terbentuknya BPC AKU Jepara. Hal Ini menjadi tantangan bersama, karena kita semua sangat berharap, mereka yang menjadi anggota benar-benar dapat memanfaatkan modal yang diperoleh dari kelompoknya untuk kegiatan ekonomi produktif, bukan sekedar untuk kebutuhan konsumtif.

Untuk mempromosikan produk UPPKA, maka dilaksanakan lomba produk UPPKA tingkat Kabupaten Jepara dengan peserta sebanyak 15 kelompok yang merupakan wakil dari kecamatan se-Kabupaten Jepara. (HS-08)

Ganjar Lantik Agen Antikorupsi, Asah Siswa jadi Musuh Koruptor

Pembinaan FKUB, Bupati Karanganyar Ajak Jaga Umat Beragama Guyub