BPBD Terus Tambahkan Tempat Pengungsian, Mayoritas Gedung Sekolah

 

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Edy Susanto. (Foto : magelangkab.go.id)

 

HALO MAGELANG –  Untuk mengantisipasi lonjakan jumlah pengungsi akibat peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Merapi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, sudah mempersiapkan 44 tempat pengungsian.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Edy Susanto, mengatakan dari semua tempat itu, 32 di antaranya adalah gedung sekolah.

“Gedung sekolah sudah mulai dipersiapkan sebagai tempat pengungsian. Apabila terjadi lonjakan pengungsian, maka bisa tertampung. Sekolah yang sudah ditempati adalah SDN 1 Ngrajek Mungkid,” kata Edy seperti dirilis magelangkab.go.id.

Menurut dia, hingga Minggu (15/11) petang, jumlah warga di sembilan lokasi pengungsian sudah sebanyak 838 jiwa. Warga berasal dari empat desa, yaitu Ngargomulyo, Krinjing, Paten dan Keningar. Seluruhnya terdapat 11 dusun di Kecamatan Dukun, dengan jumlah total 3.203 jiwa dari 1.028 keluarga.

Saat ini yang mengungsi baru warga yang rentan yaitu lanjut usia, anak-anak dan ibu hamil.

“Oleh karenanya perlu adanya langkah antisipasi lonjakan pengungsi. Dengan menyiapkan bangunan sekolah-sekolah, gedung dakwah dan tempat aman lainnya untuk menampung pengungsi. Namun harapannya situasi Gunung Merapi tetap stabil,” harapnya.

Desa Keningar di luar rekomendasi prakiraan bahaya BPPTKG, namun atas dasar rasa takut dan trauma akibat kejadian erupsi 2010 maka pemerintah desa setempat memfasilitasi evakuasi pengungsian. Sedangkan tiga desa lainnya adalah rekomendasi BPPTKG.

“Desa Keningar sukarela untuk turut mengungsi karena di luar rekomendasi. Oleh karenanya harus difasilitasi dengan baik,” kata Edy. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.