in

BPBD Sebut Puluhan Kelurahan di Kota Semarang Rawan Banjir

Banjir di Tambak Lorok, Kota Semarang

 

HALO SEMARANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang telah memetakan beberapa kelurahan di delapan kecamatan yang rawan banjir pada musim hujan akhir tahun ini.

Sekretaris BPBD Kota Semarang, Winarsono mengungkapkan, pemetaan daerah rawan tersebut berdasarkan catatan kejadian bencana banjir yang pernah melanda beberapa kelurahan di Kota Semarang.

“Dari Kecamatan Tugu yang rawan banjir meliputi Kelurahan Mangunharjo, Kelurahan Mangkang Wetan, Kelurahan Mangkang Kulon. Kecamatan Ngaliyan itu yang rawan ada di Kelurahan Wonosari. Kecamatan Semarang Barat, meliputi Kelurahan Krobokan. Kecamatan Semarang Utara, titik rawan ada di Kelurahan Panggung Lor, Kelurahan Tanah Mas, Kelurahan Tanjung Mas, Kelurahan Bandarharjo, Kelurahan Kuningan,” kata Winarsono, Jumat (12/11).

Ia menambahkan, pada Kecamatan Pedurungan terdapat titik rawan banjir di Kelurahan Muktiharjo Kidul. Kemudian Kecamatan Semarang Timur, titik rawan banjir ada di Kelurahan Kemijen, dan Kelurahan Mlatiharjo.

“Kecamatan Genuk juga masuk rawan banjir. Kecamatan Gayamsari, rawan banjirnya ada di Kelurahan Tambakrejo, dan Sawah Besar,” terangnya.

Winarsono menyatakan, telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, seperti Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana, dan Palang Merah Indonesia (PMI) terkait antisipasi dan penanganan ancaman bencana banjir di Kota Semarang.

“Sebanyak 30 personil sudah kami siagakan 24 jam di Posko BPBD Kota Semarang. Kemudian kami juga selalu monitor atau komunikasi dengan teman-teman yang ada di lapangan di tiap posko-posko Kelurahan Siaga Bencana (KSB),” katanya.

Sedangkan dari BBWS dan DPU Kota Semarang, menurutnya telah menerjunkan petugas untuk bersiaga di tiap titik pompa air saat turun hujan tiba.

“Mudah-mudahan saja kalau hujan itu durasinya tidak lama, kalau hujannya hanya satu jam atau setengah jam, ada genangan tapi kan bisa secepatnya surut. Meskipun begitu, petugas pompa dari DPU Kota Semarang, dan BBWS Pemali-Juana sudah disiagakan di tiap titik pompa air, yang rawan genangan,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengaku telah menyiapkan berbagai peralatan penanganan bencana banjir jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

“Perahu, dan alat lainnya, serta logistik sudah kami siapkan,” paparnya.

Share This

Kampoeng Djadoel Kota Semarang Jadi Saksi Perkembangan Sastra dan Seni di Masyarakat

Kabaharkam Polri Ajukan Peningkatan Insentif Bagi Bhabinkamtibnas