BPBD Kota Semarang: Lima Korban Meninggal Akibat Banjir dan Tanah Longsor

Kepala Bidang Rekonstruksi dan Rehabilitasi BPBD Kota Semarang, Abel Monteiro.

 

HALO SEMARANG – Dampak akibat bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di Kota Semarang tak hanya menyebabkan kerugian harta benda, namun juga menelan lima korban jiwa.

Dan satu orang warga Mangunharjo, Kecamatan Tugu yang saat ini masih dalam pencarian tim rescue. Data sebelumnya, korban meninggal akibat bencana banjir dan tanah longsor sebanyak empat orang.

Empat korban meninggal terdiri dari dua warga di Jomlang, Kecamatan Candisari. Dua warga lainnya yang meninggal akibat tersengat listrik di Semarang Utara dan Semarang Timur.

Kepala Bidang Rekonstruksi dan Rehabilitasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, Abel Monteiro mengatakan, total korban ada lima orang, empat dinyatakan meninggal dua. Dan satu lagi masih dalam pencarian tim rescue.

“Total ada lima, empat orang dinyatakan meninggal dan satu orang lagi masih dalam pencarian di Mangunharjo, Tugu, atas nama Ngadi,” jelasnya saat ditemui di Gedung DPRD Kota Semarang usai rapat dengar pendapat dengan komisi D DPRD kota Semarang, Rabu (10/2/2021).

Sedangkan, jumlah warga yang terdampak banjir dan tanah longsor ada di sebanyak 11 kecamatan. “Sebelumnya yang terdata hanya ada 10 kecamatan, kelewatan satu yakni Kecamatan Tembalang, jadi ada 11 kecamatan yang terdampak,” imbuhnya.

Dari 11 kecamatan tersebut, ada sebanyak 110 kelurahan di Kota Semarang yang terdampak bencana dengan total sebanyak 27.346 keluarga atau 101.366 jiwa.

“Ada sebanyak 203 keluarga yang mengungsi, atau 697 jiwa. Ini baru cakupan di enam kecamatan dari 11 kecamatan. Enam kecamatan itu, yakni Genuk, Gayamsari, Candisari, Semarang Tengah, Semarang Timur dan Tugu,” katanya.

Saat ini, pihaknya melakukan penanganan pasca bencana, dengan mendirikan posko penanganan bencana, pada hari Sabtu (6/2/2021) di dua titik, yakni di Kantor BPBD Kota Semarang Pedurungan, Gayamsari, dan Semarang Barat.

“Kami sudah memeberikan bantuan logistik sembako, terpal dan truk dapur umum untuk pengungsi. Selain itu akan dibangun Posko induk juga, nantinya berada di Gedung PIP Balai Kota Semarang. Agar aksesnya lebih mudah, karena berada di titik paling sentral,” jelasnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.