in

BPBD Jateng Minta Masyarakat Tingkatkan Waspada Bencana Hidrometeorologi

Ilustrasi: Kondisi berawan mendung di kawasan Bukit Gombel, Banyumanik, Kota Semarang, Minggu (20/6/2021).

 

HALO SEMARANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah menyebut masyarakat harus waspada ancaman bencana hidrometeorologi di musim kemarau kali ini.
Hal itu dilakukan, karena dampak musim kemarau yang memiliki karakteristik cenderung basah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Jateng, Safrudin mengatakan, telah menginstruksikan kepada BPBD kabupaten/kota untuk selalu waspada segala ancaman bencana termasuk hidrometeorologi.

Hidrometeorologi adalah bencana yang dipengaruhi oleh cuaca, seperti adanya peningkatan curah hujan yang dapat menimbulkan banjir, hingga tanah longsor.

“Kami menginformasikan selalu waspada adanya ancaman bencana ke seluruh kabupaten/kota untuk kemudian disampaikan ke desa-desa,” kata Safrudin kepada halosemarang.id, Senin (21/6/2021).

Ia menambahkan, pihaknya telah membuka Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) dan pos komando (posko) di kabupaten/kota untuk dapat melakukan pengendalian operasi penanganan darurat bencana serta koordinasi, komunikasi, dan sinkronisasi penanggulangan bencana lintas sektor.

“Membuka Pusdalops dan posko bekerja sama dengan TNI-Polri dan instansi lainnya terkait antisipasi ancaman itu. Bulan ini kita sudah kirim ke seluruh BPBD kabupaten/kota, kalau nanti ada ancaman baru ya segera kami kirim tambahan lagi. Kita terus perbarui informasi ancamannya,” imbuhnya.

Menurutnya, pihaknya telah koordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) perihal pemetaan daerah-daerah yang berpotensi rawan bencana hidrometeorologi.

“BMKG sudah memetakan daerah mana saja, misalnya ada hujan lebat, angin kencang nanti juga ada tanah longsor. Namun itu hanya secara umum per-kabupaten/kota, sedangkan kecamatan mana dan desa mana kan belum tahu,” papar Safrudin.

Diungkapkan oleh Safrudin, pihaknya juga telah memiliki Kajian Risiko Bencana (KRB). Dengan KRB terdapat informasi bahaya, kerentanan, dan potensi dampak kerugian akibat bencana. Karena, menurutnya, masing-masing daerah memiliki karakteristik ancaman bencana yang berbeda-beda.

“Sudah ada semua sebenarnya, kita juga sudah punya KRB, dari ESDM Provinsi Jateng juga telah menyampaikan peta rawan gerakan tanah dan longsor. Masalahnya, misalnya dalam satu desa itu tidak semua ada potensi longsornya,” ungkapnya.

Kendati demikian, dia berharap kepada seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terkait cuaca yang terjadi saat ini.

“Karena ini terkait dengan hidrometeorologi kemungkinan adanya hujan, angin kencang dan banjir. Selokan-selokan, sungai agar bisa dijaga dari sampah-sampah yang menumpuk bisa menimbulkan banjir,” pungkas Safrudin.(HS)

Share This

Prakiraan Cuaca Semarang Dan Sekitarnya, Senin, (21/6/2021)

Payung Lukis Karya Anak Berkebutuhan Khusus di Kendal, Banyak Diminati