in

Boyolali Waspadai Tambahan Kasus Covid-19

Kantor Kemenag Boyolali ditutup, menyusul salah satu pegawainya terkonfirmasi positif Covid-19, beberapa waktu lalu. Untuk mencegah penyebaran virus, area perkantoran tersebut disemprot disinfektan, selama dua hari berturut turut. (Foto : Boyolali.go.id)

 

HALO BOYOLALI – Pemkab Boyolali saat ini berusaha keras agar Covid-19 di wilayahnya tidak makin menyebar. Terlebih saat ini virus Covid-19 varian India sudah masuk ke berbagai daerah di Indonesia, di antaranya Kabupaten Kudus.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Boyolali, Ratri S. Survivalina mengemukakan, berdasarkan data, hingga Selasa (15/6) terdapat total 8.553 kasus terkonfirmasi positif Covid-19.

Dari ribuan kasus tersebut, pasien yang masih dirawat sebanyak 133 orang, menjalani isolasi mandiri 392, sudah selesai isolasi 7.666 orang, dan jumlah total yang meninggal dunia sebanyak 362 orang.

Dengan data tersebut, persentase kesembuhan di Kabupaten Boyolali sebesar 89,6 persen, sedangkan persentase kematian 4,2 persen. Berdasarkan indikator yang digunakan dalam penilaian Covid-19 atas status risiko wilayah, Kabupaten Boyolali memiliki nilai 2,07, yang berarti berada di zona risiko sedang atau zona oranye.

Penambahan kasus tersebut, paling banyak terjadi di Kecamatan Boyolali, Ngemplak, dan Nogosari. Di Kabupaten Boyolali, juga sudah muncul klsater baru, berkaitan dengan perjalanan atau kunjungan dari Kabupaten Kudus.

“Beberapa klaster baru dengan pasien positif, berkaitan dengan perjalanan dari Kudus atau mendapatkan kunjungan dari wilayah Kudus. Sudah ada tiga klaster baru di Boyolali, yang ada kaitannya dengan penularan dari Kudus,” kata Lina, seperti dirilis Boyolali.go.id.

Ketiga klaster tersebut, berasal dari Desa Karanggeneng, Kecamatan Boyolali, di mana salah seorang warga melakukan perjalanan ke Kabupaten Kudus. Selain itu di Desa Bendungan, Kecamatan Simo, yang salah seorang warga baru pulang bekerja dari Kabupaten Kudus. Adapula di Desa Mliwis, Kecamatan Cepogo, yang mendapatkan kunjungan kerabat dari Kabupaten Kudus.

Selain dari ketiga klaster tersebut, klaster perkantoran juga cukup menyita perhatian. Salah satunya di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Boyolali, yang salah seorang karyawan terkonfirmasi positif Covid-19.

Sehingga untuk mengantisipasi penyebaran virus, area perkantoran tersebut disterilkan dengan cara penyemprotan disinfektan selama dua hari berturut turut, Senin-Selasa (14-15/6/2021).

“Sehingga harus dilakukan sterilisasi selama dua hari untuk treking dan juga untuk kegiatan pembersihan,” katanya.

Lina juga mengingatkan agar semua pihak mewaspadai kemungkinan penyebaran varian virus Covid-19 asal India, jenis B.1.617 di Kabupaten Boyolali. Varian virus jenis ini, dapat masuk ke Kota Susu melalui riwayat perjalanan yang dilakukan oleh masyarakat.

“Di Boyolali sudah ada (indikasi varian India) dari riwayat perjalanan. Tapi kalau pembuktian melalui pemeriksanaan genom sekuensing belum kami lakukan,” kata dia.

Menurutnya, varian tersebut tidak lebih ganas dibandingkan virus Covid-19 yang telah ada sebelumnya, akan tetapi lebih cepat menular. Hal ini dibuktikan dengan adanya temuan virus varian India di beberapa kabupaten.

Untuk itu dia meminta masyarakat untuk lebih ketat dalam menerapkan 5M, dalam setiap beraktifitas. Masyarakat harus tetap mengenakan masker secara benar, mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menghindari kerumunan, serta mengurangi mobilitas.

“Untuk varian baru dari India, sekarang sudah menyebar di wilayah Kudus dan mempunyai sifat mudah menular. Sehingga yang bisa dilakukan pencegahannya, adalah melaksanakan protokol kesehatan 5M,” kata dia. (HS-08)

Share This

Usai Terima Tamu dari Kudus, Petinggi dan 35 Santri di Cepogo Positif Covid-19

Proses Prapendaftaran Tingkat TK/SD di Semarang Dibuka