in

Bonus Atlet PON XX dan Peparnas XVI Papua Diteken Rp 20 Miliar

Atlet angkat besi putri Kontingen Jawa Tengah, Diyah Ayu P menyabet medali emas kelas 76 Kg putri dengan total angkatan 215 Kg, Snatch 95 Kg. Clean and Jerk 120 Kg. /dok: Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI) Jateng.

 

HALO SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mengalokasikan Rp 20 miliar untuk atlet pendulang medali di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX dan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Papua.

Kepala Bidang Olahraga Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jateng, Agung Hariyadi mengungkapkan, janji bonus akan diberikan kepada para atletnya pada awal tahun 2022.

“Anggarannya hanya mampu untuk memberangkatkan atlet pada event saja. Sedangkan untuk bonus baru dapat kita alokasikan pada APBD murni tahun 2022,” kata Agung kepada halosemarang.id, Jumat (5/11/2021).

Ia mengakui, bonus tidak dapat diberikan pada tahun ini karena terkendala anggaran yang hanya mampu untuk pemberangkatan atlet menuju PON XX dan Peparnas XVI Papua.

“Baik PON maupun Peparnas Papua itu sudah dialokasikan semua. Globalnya untuk bonus atlet PON dan Peparnas sekitar Rp 20 miliar,” tuturnya.

Pihaknya tidak dapat merinci nominal bonus yang akan diberikan kepada atlet. Menurutnya, pihaknya hanya sekadar mengalokasikan anggaran. Sedangkan penentunya adalah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jateng dan National Paralympic Committe Indonesia (NPCI) Jateng.

“Nominalnya masih angka perkiraan, untuk medali emas kisarannya Rp 200 juta, Rp 150 juta untuk medali perak, dan Rp 100 juta untuk medali perunggu. Kita hanya mengalokasikan dana, jumlah detail yang akan diberikan kepada atlet kami kembalikan kepada KONI dan NPCI,” ujarnya.

Terkait jumlah nominal bonus yang akan diterima atlet, baik perorangan, ganda, maupun beregu. Pihaknya masih menunggu arahan dari atasannya.

“Namun pastinya ini masih menunggu pimpinan. PON dan Peparnas kita alokasikan sama. Kalau beregu tentu jumlahnya berbeda lebih banyak,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi Jateng, Abdul Hamid menyebut pemberian bonus kepada atlet baik pendulang medali pada PON dan Peparnas akan diberikan awal tahun depan. Hal ini dikarenakan oleh permasalahan kurangnya anggaran di Pemerintah Provinsi Jateng.

“Sudah teralokasikan, dan memang konsentrasi di tahun ini kita PON dan Papernas membutuhkan energi yang banyak,” katanya.

Ia menuturkan, anggaran untuk bonus kepada atlet telah diputuskan oleh pemerintah bersama pihaknya. Nominal yang akan diberikan sama dengan bonus yang diterima atlet ketika mengikuti ajang olahraga serupa.

“Bonus sudah diputuskan itu sama dengan tahun kemarin pada PON Jabar. Di DPRD juga melalui banggar disetujui untuk alokasi bonus baik untuk PON maupun Papernas,” tuturnya.

Ia menyayangkan perihal pemberian bonus yang terlambat karena kurangnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jateng.

“Masing-masing sejumlah Rp 10 miliar sudah dipersiapkan, hanya saja untuk bonus akan dicairkan di awal tahun 2022,” ujarnya.(HS)

Share This

Dinas Perikanan Rencanakan Optimalkan TPI Mangunharjo Mangkang

Jadi Pilot Project Penanganan Stunting, Kota Semarang Dapat Pendampingan