Bom Meledak di Halaman Gereja Makassar, Densus 88 Telusuri Kaitan dengan Jaringan Teroris

Rekaman CCTV tilang elektronik, yang menggambarkan peristiwa dugaan bom bunuh diri di Makassar. (Tangkapan layar Youtube)

 

HALO SEMARANG – Sebuah ledakan yang diduga bom bunuh diri, terjadi di depan Gereja Katedral Makassar, Minggu (28/3), pagi tadi, setelah umat Katolik melaksanakan ibadah Minggu Palma.

Densus 88 Mabes Polri, menyelidiki keterkaitan peristiwa itu dengan jaringan teroris di Indonesia.

Pastor Gereja Katolik Katedral Makassar, Romo Wilhelmus Tulak, menuturkan saat ledakan terjadi, umat sudah mulai pulang. Namun demikian, saat itu pihak gereja sedang mempersiapkan misa lanjutan ke IV, pada pukul 11.00 Wita. “Umat sudah pulang saat ledakan terjadi. Paginya ada ibadah minggu palma,” kata Wilhelmus.

Sementara itu sejumlah channel Youtube, salah satunya milik Febri Dwi Cahya Gumilar, mengunggah sebuah video yang disebut sebagai hasil pantauan CCTV E-TLE atau tilang elektronik, yang menggambarkan detik-detik ledakan terjadi.

Dalam video yang juga disiarkan sejumlah media tersebut, digambarkan suasana di sekitar gereja yang tenang, sebelum ledakan. Tiba-tiba terjadi ledakan disertai semburan api.

Terlihat pula sepeda motor terbakar dan orang yang diduga pelaku, tergeletak dalam keadaan tewas. Tampak pula sejumlah korban luka yang kemudian dilarikan ke rumah sakit.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono, kepada pers, Minggu (28/3) mengatakan jumlah pelaku diduga bom bunuh diri tersebut dua orang, yang berboncengan sepeda motor.

Usai peledakan, kendaraan tersebut terlihat berada di gerbang gereja dalam kondisi masih mengeluarkan asap.

Lanjut Argo, dua orang berboncengan sepeda motor tersebut, diduga akan memasuki area halaman gereja, namun dihentikan oleh petugas pengaman. Pada saat dihentikan itulah, kemudian bom meledak.

Akibat peristiwa itu, petugas security dan beberapa jamaan menderita luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit. Umumnya, para korban menderita luka pada bagian badan dan kaki.

Setelah peristiwa itu, Kapolri memerintahkan Kadensus 88 Mabes Polri untuk terbang ke Makassar. Densus 88 di Sulawesi Selatan dan Polrestabes Makassar juga langsung menuju ke lokasi ledakan, untuk melakukan penyelidikan serta mengumpulkan barang bukti.

Densus 88 juga melakukan menyelidiki hubungan teror bom tersebut, dengan penangkapan sejumlah teroris, oleh polisi beberapa waktu lalu. (HS-08)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.