in

BNPT Galang Kerja Sama dengan Berbagai Negara Lawan Terorisme

Penandatanganan kerja sama BNPT dan CUTA Belgia, dalam penanggulangan terorisme. (Foto : bnpt.go.id)

 

HALO SEMARANG – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bekerja sama dengan berbagai negara, untuk melawan terorisme.

Kerja sama tersebut seperti yang dilakukan BNPT dengan Coordination Unit for Threat Analysis (CUTA) Belgia, beberapa waktu lalu. Selain dengan Belgia, BNPT juga menjalin kerja sama dengan pemerintah Belanda.

Penandatanganan nota kesepahaman kerja sama (MoU) dengan CUTA Belgia, dilakukan oleh Kepala BNPT, Komjen Pol Dr Boy Rafli Amar MH, di Kantor Kementerian Dalam Negeri Belgia di Brussels, Belgia.

Hadir pula dalam kesempatan itu, Menteri Dalam Negeri, Reformasi Kelembagaan, dan Pembaruan Demokratik, Belgia, Annelies Verlinden dan Duta Besar LBBP Republik Indonesia untuk Kerajaan Belgia, Andri Hadi.

Setelah penandatanganan MoU, dilaksanakan Pertemuan the 1st Joint Working Group antara BNPT dan CUTA, sebagai bentuk implementasi pertama dari kerja sama ini.

Lebih lanjut, Boy Rafli Amar mengatakan, koordinasi dan kolaborasi antarnegara, terutama Indonesia-Belgia, diperlukan dalam menjawab ancaman terorisme yang dinamis, dan hadir dengan berbagai macam bentuk kompleksitas, yang dihadapkan pada kesulitan dan tantangan, seperti isu Pejuang Teroris Asing, termasuk sarana untuk penuntutan, rehabilitasi, dan reintegrasi (PRR).

“Tantangan global dan regional saat ini, dan lanskap terorisme yang terus berubah, menuntut negara-negara untuk berkoordinasi dan berkolaborasi dengan lebih baik, sebagai sarana untuk tanggapan yang efektif.  Untuk itu, saya yakin MoU ini menjadi salah satu sarana untuk menjawab tantangan tersebut,” katanya.

BNPT yang mewakili negara Indonesia dan CUTA Belgia, sepakat untuk bekerja sama dalam penanggulangan terorisme, melalui tukar menukar informasi, analisis strategis dan juga praktik-praktik terbaik yang telah dilakukan kedua negara. Berbagai pertemuan di tingkat pakar dan pejabat tinggi, juga menjadi agenda.

Mantan Kapolda Papua ini menjelaskan  penandatanganan MoU ini merupakan momen penting mengingat penanggulangan terorisme tidak bisa dilakukan sendiri oleh sebuah negara.

“Tidak ada satu negara pun dapat menanggulangi terorisme sendirian, sehingga kerja sama internasional harus dilakukan. Tantangan global dan regional serta perubahan lanskap terorisme menuntut kita untuk bekerja sama dalam mendapatkan langkah tindak yang efektif,” ungkap Boy Rafli, seperti dirilis bnpt.go.id.

Boy Rafli juga menuturkan jika Indonesia dan Belgia, di saat bersamaan sedang menghadapi ancaman terorisme, yang akan berdampak pada gangguan keamanan, kesejahteraan, dan pembangunan negara.

Meskipun tantangannya mungkin tidak serupa, namun penandatanganan MoU ini memberikan kesempatan bagi Indonesia dan Belgia untuk berbagi pelajaran, dan praktik terbaik dalam mengatasi tantangan tersebut.

“Sementara Belgia menghadapi isu meningkatnya ekstremisme sayap kanan, Indonesia pada saat yang sama menghadapi masalah kelompok ekstremis, menyebarkan dogma agama dengan mengganti Ideologi Negara Indonesia Pancasila.  Jika dibiarkan, tantangan-tantangan ini akan berdampak pada gangguan keamanan, kesejahteraan, dan pembangunan negara kita di masa depan,” tutur Kepala BNPT ke 5 ini.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri, Reformasi Kelembagaan, dan Pembaruan Demokratik, Belgia, Annelies Verlinden, menjelaskan Belgia dan Indonesia telah beberapa kali dihadapkan dengan aksi-aksi terorisme, sehingga kerja sama yang maksimal harus dilakukan untuk menghadapi terorisme dan ekstremisme.

“CUTA Belgia memiliki banyak keahlian di bidang analisis ancaman dan telah terkenal secara internasional, tentunya hal ini akan sangat mendukung dalam implementasi kerjasama ini,” jelas Verlinden.

Terorisme dan ekstremisme, merupakan ideologi transnasional yang melampau batas negara. Pihak Belgia yang berada di Benua Eropa dan menjadi anggota Uni Eropa, sangat mendukung terlaksananya implementasi MoU ini dapat terselenggara dengan baik.

“Terorisme dan ekstremisme melampaui batas negara. Kami mendukung lebih banyak kerja sama dengan Eropa dan internasional, dan kami juga menjaga hubungan baik dengan mitra-mitra asing kami.  Hubungan yang baik diperlukan untuk lebih memahami situasi satu dengan lainnya.  Mulai hari ini, kami sekarang juga secara resmi bekerja sama dengan Indonesia dalam kerangka ini,” ujar Kepala CUTA Belgia, Gert Vercauteren.

 

Pertemuan BNPT dengan pemerintah Belanda, dalam penanggulangan terorisme. (Foto : bnpt.go.id)

 

Kerja Sama dengan Belanda

Sebelumnya, BNPT juga membangun kerja sama penanggulangan terorisme, dengan Negara Belanda, dalam pertemuan konsultasi bilateral di Amsterdam, Belanda pada Kamis (9/5).

Pertemuan kedua negara ini, membahas mengenai penilaian ancaman terorisme di tingkat nasional, regional, dan global; prioritas nasional dalam upaya pencegahan dan penanggulangan terorisme; isu FTF; upaya rehabilitasi dan reintegrasi; upaya  penanggulangan penyalahgunaan internet oleh kelompok terorisme; serta upaya penanggulangan pendanaan terorisme.

“Salah satu inti adalah pertukaran data dan informasi serta  bentuk-bentuk kegiatan kedua negera,” ungkap Kepala BNPT, Komjen Pol Dr Boy Rafli Amar MH.

Indonesia dan Belanda terus berkomitmen untuk meningkatkan kerja sama, salah satunya melalui pertemuan teknis lanjutan yang bersifat tematik semacam ini.  Kepala BNPT berharap kerja sama dengan Belanda dapat terus terjalin dengan baik dalam bentuk kolaborasi yang efektif dan komprehensif.

“Mari kita sama-sama tingkatkan kerjasama, dan kolaborasi,” katanya.

Merespon pihak BNPT,  Delegasi Belanda yang diwakili Deputy National Coordinator for Counterterrorism and Security (NCTV) and Director Cyber Security and State Threats, Hester Somsen, menyebut pertemuan ini sebagai langkah penting peningkatan kerja sama Indonesia-Belanda dalam upaya penanggulangan terorisme.

“Pertemuan ini merupakan langkah penting dalam upaya meningkatkan kerja sama penanggulangan terorisme kedua negara.Belanda mengapresiasi kerja sama penanggulangan terorisme yang sudah terjalin antara kedua negara selama ini,” ujarnya.

Pertemuan konsultasi bilateral merupakan salah satu bentuk implementasi kerja sama di bawah Kesepakatan Memorandum of Understanding between the the National Counter Terrorism Agency of the Republic of Indonesia (BNPT) and the National Coordinator for Security and Counterterrorism of the Ministry of Security and Justice of the Kingdom of the Netherlands yang ditandatangani pada 19 Juli 2017. (HS-08)

Polri Bakal Kawal Kepulangan Jenazah Eril hingga ke Pemakaman

Polres Brebes Tetapkan Tersangka Amir Khilafatul Muslimin Wilayah Cirebon Raya