BNPB Dorong Literasi Sejarah Bencana Indonesia

Pertemuan BNPB dengan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) untuk membahas upaya literasi kebencanaan, Selasa (4/5). (Foto : BNPB.go.id)

 

HALO SEMARANG – Banyak aset kebencanaan di Indonesia, belum dikumpulkan dan dikelola dengan baik, sehingga masyarakat masih kesulitan untuk mengakses dan mempelajari.

“Namun pengelolaan dan pengumpulan aset-aset inilah yang belum difasilitasi agar masyarakat dapat mengakses dengan mudah pembelajaran dari kebencanaan,” kata Direktur Sistem Penanggulangan Bencana (BNPB) Dr Udrekh, seperti dirilis BNPB.go.id, Rabu (5/5).

Pembelajaran kebencanaan penting, untuk membangun masyarakat tangguh bencana. Hal ini pula yang telah diterapkan di negara-negara maju, seperti Jepang dan Belanda. Negara-negara itu juga memiliki arsip kebencanaan yang lebih lengkap dibanding Indonesia.

“Karena itu, perlu dijalin kerja sama lebih kuat dengan Perpusnas dan ANRI, untuk mengelola arsip-arsip kebencanaan, yang tersebar di seluruh Indonesia, agar masyarakat bisa mengakses pembelajaran-pembelajaran yang ada,” kata dia, saat berkunjung di Perpusnas, Jakarta, Selasa (4/5).

Udrekh berharap melalui program Perpusnas, yakni pojok baca digital  (Pocadi), upaya literasi bencana ini juga dapat langsung menyentuh masyarakat.

Melalui kolaborasi, Udrekh menyampaikan bahwa literasi kebencanaan ini dapat mempercepat langkah penyebaran pengetahuan sehingga masyarakat semakin kuat dalam mendukung kebijakan dan strategi penanggulangan bencana. Pada akhirnya, literasi kebencanaan dapat menciptakan masyarakat yang rajin membaca, terbangun budaya literasinya serta tangguh menghadapi bencana.

Saat berkunjung ke Perpusnas, Udrekh juga mengenalkan portal literasi sejarah kebencanaan, yang saat ini masih terus dikembangkan. Portal ini adalah portal yang sudah dibuat oleh BNPB, untuk mewadahi arsip-arsip literatur kebencanaan di seluruh Indonesia, dalam bentuk digital.

Masyarakat dapat mengakses portal tersebut melalui link http://sejarah.dibi.bnpb.go.id/literasi/arsip/grid

Menyambut Baik

Sementara itu, Kepala Biro Hukum, Organisasi, Kerja sama dan Hubungan Masyarakat Perpusnas, Sri Marganingsih menyambut baik gagasan literasi kebencanaan dari BNPB.

Di sisi lain, ia menyampaikan beberapa tugas dari Perpusnas, yaitu membina perpustakaan yang ada di masing-masing kementerian lembaga, sedangkan untuk program unggulan yang sedang dijalankan oleh Perpusnas adalah membuat Pocadi (Pojok Baca Digital).

Pocadi ini merupakan bantuan di provinsi dan kabupaten serta kota dimana masyarakat bisa mengakses bacaan digital. Bacaan yang tersedia di Perpusnas ini dapat diakses melalui computer yang sudah disediakan.

Marganingsih menyambut baik usulan kerja sama antara pihaknya dan BNPB. Ia merekomendasikan untuk dapat segera dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan penyusuan Perjanjian Kerja sama kedua belah pihak.

Di samping itu, kerja sama ini memungkinkan integrasi data antara sistem yang ada di Perpusnas dengan portal literasi sejarah kebencanaan BNPB. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.