in

BNPB Bantu Peralatan Pasien Covid-19 Tempat Isolasi Terpusat di Karanganyar

Bupati Karanganyar, Juliyatmono menerima bantuan dari BNBP di Kantor BPBD, Sabtu (21/08). (Foto : Karanganyarkab.go.id)

 

HALO KARANGANYAR – Permintaan Bupati Karanganyar terkait pemenuhan kebutuhan peralatan pasien Covid-19 di isolasi terpusat (Isoter) langsung direspon cepat oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

BNPB memberikan bantuan peralatan tersebut di kantor BPBD Kabupaten Karanganyar dan diterima langsung oleh Bupati Karanganyar, Sabtu (21/8). Peralatan-peralatan tersebut terdiri atas kasur, lemari kecil, bantal, velbed, selimut, dan handuk, masing-masing 500 buah. Selain itu juga sarung bantal dan seprei masing-masing 1.000 buah, 100 tempat sampah, dan 50 tabung oksigen.

“Permintaan Bupati Karanganyar langsung kami respon dengan menindaklanjutinya. Apa yang diminta semuanya dipenuhi,” kata Deputi Bidang Penanganan Darurat, Subdirektorat Dukungan Pengerahaan Sumber Daya Manusia BNPB, Andria Yuferryzal SE MM, seperti dirilis Karanganyarkab.go.id.

Dia menambahkan meski tren pasien Covid-19 saat ini telah mengalami penurunan, namun peralatan untuk pasien yang berada di tempat isolasi terpusat tetap disiapkan, sehingga jika ternyata kembali ada lonjakan kasus, Pemkab sudah siap mengantisipasinya.

Andria juga menyampaikan bahwa proses pengiriman peralatan-peralatan tersebut memerlukan waktu kurang lebih 3 hari.

Sementara Bupati Karanganyar, Juliyatmono menyampaikan terima kasih kepada BNPB, yang dengan cepat telah merespon permintaan Pemkab Karangantar, akan peralatan yang dibutuhkan untuk tempat isolasi terpusat.

Hanya dalam hitungan hari, respon langsung ditindaklanjuti dengan droping alat tersebut. Secara simbolis, Pemkab Karanganyar menerima dan langsung meneruskannya ke tempat Isoter di Gedung Wanita dan BLK.

“Pasien Covid-19 tentu akan lebih senang karena peralatan baru, mulai dari kasur hingga jemuran handuk,” ujar Juliyatmono.

Orang nomor satu di Karanganyar ini, menambahkan bahwa meski tren kasus Covid-19 menurun, namun Pemkab akan terus mengingatkan masyarakat, untuk tetap mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes).

Prokes menjadi keharusan supaya aktivitas masyarakat kembali dibangkitkan dan ekonomi dapat tumbuh kembali. Bupati juga menyampaikan bahwa saat ini pengelola tempat wisata sudah meminta untuk dibuka, namun pihaknya akan melihat kesiapannya. Misalnya objek wisata, akan dilihat dulu seperti apa petugas menerapkan Prokes dan bagaimana kesiapan petugas tersebut memantau tingkat kunjungan wisata.

“Covid-19 ini yang tidak disukai adalahkerumunan sehingga kita berupaya supaya tingkat kunjungan wisata 25 persen dari kapasitas yang ada. Hal ini untuk menghindari kerumunan,” kata dia. (HS-08)

Share This

Inilah Dua Pelatih Paling Boros

Bayar Pajak 16 Ribu, Warga Kismoyoso, Ngemplak Dapat Rumah