in

BNNP Jateng Bersama Lapas Semarang Gagalkan Penyelundupan Sabu-sabu Oleh Napi

Pejabat BNNP Jateng bersama Lapas Semarang menunjukkan barang bukti penyelundupan narkotika jenis sabu-sabu ke dalam Lapas Kelas I A Semarang yang dilakukan nara pidana.

 

HALO SEMARANG – BNNP Jateng bersama Lapas Semarang gagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu-sabu ke dalam Lapas Kelas I A Semarang yang dilakukan nara pidana (Napi).

Kepala BNNP Jateng, Brigjen Pol Purwo Cahyoko mengatakan, rencananya sabu-sabu tersebut akan diterima oleh tahanan bernama Budi Raharjo alias Ceming.

Purwo menjelaskan, pengungkapan ini bermula ketika pada Kamis (19/8/2021) sekira pukul 08.00 WIB, Bidang Pemberantasan BNNP Jateng menerima informasi terkait upaya penyelundupan narkotika jenis sabu-sabu ke Lapas Kelas I A Kedungpane Semarang.

Setelah menerima informasi tersebut, kemudian dibentuk tim untuk melakukan penyelidikan.

Selanjutnya pada pukul 09.50 WIB petugas melihat pria yang mencurigakan menyerahkan barang titipan berupa nasi bungkus ke loket penitipan. Pria tersebut terlihat langsung bergegas menuju kamar mandi yang terletak di bagian luar Lapas Kedungpane.

“Tim kemudian membuntuti dan menangkap pria yang berinisial AS tersebut di dalam kamar mandi. Setelah digeledah ditemuk√†n 4 bungkus rokok,” katanya saat rilis kasus Jumat (3/9/2021).

Dia mengungkapkan, setelah diperiksa oleh petugas, tiga bungkus rokok itu berisi 30 gram sabu-sabu, serta satu bungkus berisi sabu 10 gram sabu-sabu beserta 1 bandel plastik klip kecil.

Selanjutnya, setelah diamankan, tersangka diinterogasi dan didapat bahwa sabu-sabu tersebut akan diambil oleh seorang Napi yang menjadi tahanan pendamping (Tamping) bernama Adi Cahyo Setyawan.

“Setelah diperiksa, diketahui bahwa sabu-sabu akan dimasukkan ke dalam LP Kedungpane dan akan diterima oleh tahanan bernama Budi Raharjo alias Ceming,” ungkapnya.

Menegtahui hal itu, tim kemudian berkoordinasi dengan Kalapas Kelas IA Kedungpane untuk mengamankan Ceming beserta handphonenya.

Lalu tim melakukan pengembangan dan memperoleh informasi bahwa yang menyuruh mengantarkan sabu-sabu tersebut adalah Finsa Taradipa alias Pincuk, Napi LP Kelas IIB Kota Tegal.

“Petugas kemudian berkoordinasi dengan Kalapas Tegal agar mengamankan Pincuk beserta handphonenya. Selanjutnya tim melakukan penggeledahan di rumah Adi Suryono dan ditemukan satu bungkus sabu-sabu seberat 5 gram beserta timbangan,” ujarnya.

Purwo menerangkan, modus tersangka dalam menyelundupkan sabu-sabu yaitu memanfaatkan waktu penitipan barang kiriman saat PPKM, dengan cara diletakkan di dalam kamar mandi lalu diambil oleh tahanan pendamping yang akan dibawa masuk ke dalam Lapas.

Saat ini petugas sudah mengamankan barang bukti di antaranya 5 bungkus sabu-sabu berat total 105 gram, 4 buah handphone milik para tersangka, satu buah timbangan digital, satu buah sepeda motor Suzuki Smash, satu bungkus plastik klip kecil.

“Pengungkapan kasus ini merupakan operasi bersama antara BNN Provinsi Jawa Tengah, Lapas Kelas I Kedungpane Semarang, dan Lapas Kelas II B Tegal. Ini merupakan bentuk sinergitas aparat penegak hukum (APH) di wilayah Jawa Tengah untuk memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika,” imbuhnya.(HS)

Share This

Acara Haul Di Magersari, Wakil Bupati Kendal Bagikan Santunan Kepada 21 Anak Yatim

Respons Bank BUMN soal Lambatnya Penyaluran Bansos