BNNK Kendal Ajak Wartawan Wujudkan Lingkungan Anti Penyalahgunaan Narkoba

Kepala BNN Kabupaten Kendal, Anna Setiyawati saat memberikan pernyataan di depan awak media di Kendal, Selasa (29/12/2020).

 

HALO KENDAL – Kejahatan dan penyalahgunaan Narkotika merupakan kejahatan extraordinary yang menjadi concern seluruh negara di dunia. Alasannya karena narkotika dapat merusak satu generasi bangsa dari suatu negara.

Hal ini diungkapkan Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten Kendal, Anna Setiyawati, dalam acara Press Release Akhir Tahun 2020, di Kantor BNNK Kendal, Selasa (29/12/2020).

Menurutnya, pihaknya akan terus berupaya membebaskan wilayah Kendal dari upaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Apalagi saat ini dunia sedang dilanda pandemi Covid-19, yang banyak berpengaruh kepada sistem dan sendi kehidupan manusia.

“Pandemi Covid-19 juga memberikan dampak besar pada munculnya modus baru dari peredaran gelap narkotika di dunia, termasuk salah satunya di wilayah Kabupaten Kendal,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, Kepala BNNK Kendal beserta jajaran struktural, menyampaikan pencapaian tatget kinerja Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), dan upaya yang telah dilaksanakan dalam mewujudkan masyarakat Kendal agar tahu, paham, sadar dan memiliki imunitas terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba.

“Kami juga mengajak seluruh stakeholder termasuk di dalamnya peran aktif dari lembaga profesi wartawan di Kabupaten Kendal,” jelas Anna.

Menurutnya, BNNK Kendal sangat serius dalam melaksanakan amanah sebagai lembaga yang diberikan tugas untuk melakukan upaya P4GN di Kabupaten Kendal, yang juga merupakab lembaga vertikal di bawah BNN Provinsi Jawa Tengah.

“Meski penuh dengan keterbatasan, akibat pandemi Covid-19, BNNK Kendal tetap berusaha untuk bekerja secara optimal dalam melaksanakan pemberantasan, pencegahan, pemberdayaan masyarakat, dan rehabilitasi di Kabupaten Kendal,” imbuhnya.

Terkait pemberantasan, dijelaskan oleh Anna, untuk kasus dan tersangka yang telah berhasil diungkap BNNK Kendal.

Untuk kasus tindak pidana Narkotika pada tahun 2019 ada satu yang diungkap, di tahun 2020 juga sama ada satu kasus yang diungkap. Sedangkan untuk penetapan tersangka di tahun 2019 hanya ada satu tersangka.

“Sepanjang tahun 2020, Seksi Pemberantasan BNNK Kendal telah berhasil mengungkap peredaran gelap narkotika jenis sabu-sabu sebanyak satu kasus dengan tiga berkas perkara kasus narkotika. Kasus yang telah diungkap tersebut melibatkan tiga orang tersangka, dengan menyita batang bukti sejumlah 101,74 gram narkotika jenis sabu-sabu,” jelasnya.

Selanjutnya Anna juga memaparkan kinerja BNNK Kendal pada bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) yang dilakukan dengan melibatkan para pemangku kepentingan, khususnya bagi mereka yang rentan terhadap peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika.

“BNNK Kendal telah membentuk relawan anti narkoba sebanyak 30 orang, kemudian penggiat anti narkoba sebanyak 80 orang. Kami juga sudah melaksanakan program pembangunan berwawasan anti narkoba (Bang Wawan) pada Pemerintah Daerah yang berorientasi pada pencegahan, rehabilitasi, dan penegakkan hukum kejahatan narkoba,” papar Anna.

Dia pun menyampaikan, guna mewujujudkan lingkungan anti penyalahgunaan narkoba, BNNK Kendal juga telah melaksanakan tes urin kepada 293 orang di empat lingkup, yakni pemerintahan, swasta, masyarakat dan pendidikan.

“Selain itu, BNNK Kendal juga melaksanakan program Desa/Kelurahan Bersinar (Bersih Narkoba) yang saat ini telah ditetapkan 10 Desa dan 20 Kelurahan di wilayah Kabupaten Kendal, dengan harapan dapat meningkatkan peran serta masyarakat dalam upaya P4GN,” imbuh Anna.

Bidang selanjutnya yakni rehabilitasi, dalam upaya menyelamatkan para pengguna dari belenggu narkoba. Pada tahun 2020 BNNK Kendal menyelenggarakan layanan rehabilitasi melalui Klinik Pratama Rawat Jalan Bina Waras BNNK Kendal dan bekerja sama dengan satu lembaga rehabilitasi pemerintah, serta dua lembaga rehabilitasi komponen masyarakat.

“Selama tahun 2020, jumlah klien di Klinik Bina Waras BNNK Kendal ada 26 orang. Sedangkan pasca rehabilitasi, jumlah klien empat orang. Serta pencapaian target 16 dari target sepuluh,” tandas Anna.

Sebagai penutup dirinya juga menyampaikan kegiatan BNNK Kendal di bidang umum. Salah satunya dengan melakukan audensi dengan stakeholder yang ada di Kabupaten Kendal.

“Kami berharap dan mengajak insan pers Kabupaten Kendal, untuk berkomitmen, selalu menggelorakan semangat anti penyalahgunaan narkoba di wilayah kerja dan tempat tinggal, serta senatiasa hidup sehat tanpa penyalahgunaan narkoba. Terus semangat dalam mewujudkan Indonesia yang sadar, sehat, produktif dan bahagia, bersih dan bebas dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba,” pungkas Anna.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.