BNN Provinsi Jateng Musnahkan Barang Bukti Narkoba Jaringan Pengedar Lintas Provinsi

Petugas BNN Provinsi Jateng memusnahkan barang bukti narkoba jaringan lintas provinsi, Kamis (23/4/2020).

 

HALO SEMARANG – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah memusnahkan barang bukti berupa sabu-sabu seberat 493.87 gram dan ekstasi sejumlah 7 butir.

Kepala BNNP Jateng, Brigjen Benny Gunawan menjelaskan, narkoba yang dimusnahkan itu merupakan barang bukti kasus peredaran narkotika jaringan Batam-Jepara-Cilacap dan jaringan Magelang.

“Pemusnahan narkotika ini setelah memperoleh penetapan status barang bukti dari Kejaksaan Negeri Pati dan Kejaksaan Negeri Kota Magelang,” jelas Benny, Kamis (23/4/2020).

Dia merinci, untuk sabu-sabu seberat 493,87 gram merupakan bagian dari 505,34 gram yang disita oleh penyidik BNNP Jateng. Sebanyak 11,47 gram disisihkan untuk keperluan uji labortorium dan pembuktian di persidangan.

Sebelumnya BNNP merilis bahwa sabu-sabu tersebut merupakan hasil barang bukti penangkapan tersangka WSN alias Nono di wilayah Jepara.

Dia kedapatan membawa 5 paket sabu dengan total 505,34 gram. Rencananya barang tersebut akan dibawa ke daerah Cilacap, Jateng.

“Setelah ditelusuri, ternyata Nono hanya kurir yang dikendalikan oleh Kusnadi yang merupakan napi LP Narkotika Tanjung Pinang,” ungkap Benny.

Pada tanggal 15 April 2020 lalu, penyidik BNNP Jateng menjemput Kusnadi dari Tanjung Pinang dan dibawa ke Semarang untuk diproses hukum lebih lanjut.

Kedua tersangka dijerat dengan sangkaan Primer Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Subsider Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman minimal 5 tahun penjara dan maksimal pidana mati.

Sementara itu, untuk barang bukti 7 butir ekstasi merupakan bagian dari 10 butir ekstasi yang disita oleh penyidik BNNP Jateng dan BNNK Magelang pada 25 Maret 2020 di Kota Magelang dari tersangka Farid.

Narkotika jenis ekstasi tersebut telah disisihkan sebanyak 3 butir untuk keperluan uji labortorium dan pembuktian di persidangan. Selain ekstasi, dari tersangka Farid juga disita narkotika jenis sabu-sabu dengan berat 0,52 gram.

Farid dijerat dengan sangkaan Primer Pasal 114 ayat (1) Subsider Pasal 112 ayat (1) UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman minimal 5 tahun penjara dan maksimal pidana mati.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.