in

BKPP Pastikan Hak Iwan sebagai Pegawai ASN Bapenda Diberikan

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Semarang, Abdul Haris, saat diwawancarai awak media, Selasa (6/9/2022).

HALO SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang melalui Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) tengah mempersiapkan administrasi berkaitan dengan hak-hak pegawai Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang, Iwan Boedi P, yang meninggal dunia diduga korban pembunuhan.

Kepala BKPP Kota Semarang, Abdul Haris mengatakan, ada beberapa hak yang akan diberikan kepada Iwan Budi selaku Aparatur Sipil Negara (ASN), di antaranya taspen dan santunan kematian. Diakui Haris, bahwa saat ini BKPP memang sedang mempersiapkan terkait persyaratan-persyaratan untuk pencairan hak-hak dari Iwan Boedi.
“Sampai sekarang memang baru dirinci kaitan dengan persyaratan. Salah satunya ada persyaratan dokumen dari kepolisian. Sambil menunggu itu, BKPP menyiapkan untuk taspen, santunan kematian, dan sebagainya,” terang Haris, Jumat (23/9/2022).

Haris juga menjelaskan, ada perbedaan antara kematian biasa dan kematian sedang tugas kedinasan. ASN yang meninggal dalam kondisi tugas kedinasan bisa mendapatkan anumerta dari pemerintah.

“Pemberian anumerta itu contohnya ketika sedang bertugas, berangkat kantor meninggal di jalan, bekerja di kantor ada hal yang menimbulkan kematian. Intinya tugas kedinasan. Tapi, nanti dilihat dulu,” imbuhnya.

Seperti diketahui, Iwan Boedi terakhir dinyatakan hilang pada 24 Agustus 2022 saat akan berangkat ke kantor. Lalu pegawai Bapenda tersebut ditemukan dalam kondisi terbakar pada 8 September 2022.

“Kami lihat dulu apakah bisa mendapat anumerta atau tidak. Mas Iwan ini kan hilang saat berangkat kerja. Nanti kalau anumerta bisa muncul berarti ada sidang dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN),” paparnya.

Menurutnya, jangka waktu kepengurusan administrasi untuk kematian biasa hanya memakan waktu satu hingga dua bulan. Sedangkan, administrasi kematian ASN yang mendapatkan anumerta bisa sampai satu tahun.

Sementara, Kepala Bapenda Kota Semarang, Indriyasari mengaku sangat berduka atas meninggalnya salah satu rekan ASN.

“Kami sangat berduka. Karena pak Iwan ini pejabat fungsional kami yang terbaik. Almarhum jadi andalan kami. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan,” tutur Iin, sapaan akrab Indriyasari. (HS-06)

Pemerintah Salurkan Bantuan Pasang Listrik Baru ke 83.000 Rumah Masyarakat Kurang Mampu

Pemenang Semargres 2022 Terima Hadiah di Balai Kota Semarang