in

BK Setjen DPR Gali Masukan Terkait UU ASN dari Akademisi

ASN Pemprov Jateng. (Foto : Jatengprov.go.id)

 

HALO SEMARANG – Badan Keahlian Setjen DPR RI (BKD) berharap Universitas Brawijaya (UB) di Malang, Jawa Timur dapat memberikan masukan konstruktif, berkaitan dengan Revisi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), yang kini sudah memasuki tahap pembicaraan I.

Menurut Kepala Badan Keahlian Setjen DPR RI (BKD) Inosentius Samsul, terdapat dua isu penting dalam revisi tersebut, yakni penghapusan Komisi ASN dan kemandirian ASN di parlemen.

Hal itu dikemukakan Inosentius Samsul, beberapa waktu lalu, ketika berkunjung ke Universitas Brawijaya. Kunjungan itu dalam rangka Penandatanganan Nota Kesepahaman BKD dengan Universitas Brawijaya (UB).

Selain untuk menandatangani nota kesepahaman, kehadiran BKD juga untuk mendapat masukan konstruktif, atas revisi UU ASN dari para akademisi. Ini merupakan bagian dari membuka jaringan, dengan sejumlah kampus di Indonesia.

“Kami mau membuka jaringan yang lebih besar lagi. Semakin banyak jaringan, bisa memberi efek positif bagi BKD. BKD juga akan mendapatkan resources alternatif,” jelas Inosentius Samsul.

Lanjut dia, perdebatan soal penghapusan, penguatan KASN, atau penyerahan wewenangnya ke Kementerian PAN RB masih berlangsung. “Dalam draf ada keinginan untuk menghapus KASN. Tapi tidak semudah itu. Sekarang masih ada ruang, pilihannya apakah dihilangkan atau diperkuat,” kata dia, seperti dirilis DPR.go.id.

Isu penting lainnya, adalah soal kemandirian ASN parlemen, yang lepas dari eksekutif. Pegawai parlemen, memang idealnya berdiri sendiri.

Isu ini sebetulnya juga merupakan amanat dari UU MD3, agar parlemen lebih independen, termasuk soal mengelola anggaran sendiri.

“Kita sebetulnya punya pemikiran, bahwa pegawai parlemen itu berdiri sendiri. Ada amanat dari UU MD3. Saya tidak tahu, apakah itu bisa diperjuangkan,” kata dia. (HS-08)

Share This

Warga Sekitar KIT Batang Diminta Kreatif Manfaatkan Peluang

Komisi I DPR Dorong Peningkatan Kemampuan SatBravo 90 Paskhas TNI AU