Bisnis Roti Dessy, Dari Hobi Menghasilkan Pundi Rejeki

Dessy Nurdiana saat membuat adonan kue di rumahnya di Desa Sumberejo, Kecamatan Kaliwungu, Selasa (27/10/2020).

 

HALO KENDAL – Tradisi membuat kue di kalangan ibu rumah tangga di Jawa Tengah sudah ada sejak dulu. Namun siapa sangka semakin banyak orang yang tertarik untuk mencoba membuat kue, inovasi dalam pembuatannya pun berkembang sesuai zaman.

Termasuk, banyak di antaranya berkembang menjadi sebuah bisnis.

Seperti yang dilakukan Dessy Nurdiana, warga Desa Sumberejo, Kecamatan Kaliwungu yang memulai dari hobi membuat roti, kini bisa menjadi pundi-pundi penghasilan.

“Awal membuat roti, karena saya ingin mencari kesibukan di rumah dan memberikan jajanan sehat kepada anak, agar tidak membeli jajan dari luar,” ungkapnya, Selasa (27/10/2020).

Dijelaskan oleh Dessy, awal mula memberanikan diri untuk menjual produk kuenya, setelah dirinya mendapat komentar positif dari sesama wali murid yang ada di sekolah anaknya.

“Pertama saya coba di sekolah waktu jemput anak, saya bawa roti Alhamdulillah katanya enak. Dari situ saya akhrinya coba menjualnya. Kemudian memberanikan diri untuk menawarkan berbagai macam kue ke sekolah anak saya,” jelasnya.

Dessy juga mengaku, awalnya dia membuat kue hanya jika ada pesanan dan belum berani untuk memproduksi setiap hari.

Permasalahan modal menjadi kendala utama baginya untuk mengembangkan bisnisnya ke arah industri. Namun seiring berjalannya waktu, dia mulai mengembangkan usahanya dengan memproduksi kue secara harian.

“Ahrinya saya coba untuk lebih menekuni pembuatan roti. Kemudian saya juga mulai mengikuti pelatihan packaging dari Dinas Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Dinperinkop) Kendal,” imbuhnya.

Dessy pun mengaku, saat ini telah mendapat Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi penggiat UMKM dengan dana sejumlah Rp 2,4 juta. Dana tersebut rencananya akan digunakan untuk menambah perlengkapan dalam pembuatan roti.

Saat ini usaha yang telah dirintisnya selama 7 tahun tersebut, telah memiliki label “Hasiro Snakc & Cookies”.

Meski tak disebut nominal, menurutnya omzet yang didapat dalam sebulan pun dikatakan cukup untuk membantu perekomian keluarga.

“Alhamdulillah, jangkauan penjualan telah ada, bahkan mencapai Kota Semarang, Pekalongan, Jakarta dan Kalimantan,” pungkas Dessy.

Adapun produk yang dijual di antaranya kue kering, roti kopi mini, burger mini dan donat. Untuk yang menjadi favorit adalah roti gulung abon yang saat ini menjadi market penjualan online dari Hasiro Snakc & Cookies.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.